INGATLAH.COM – Sebulan lebih berlalu, teka-teki kasus pembunuhan terhadap seorang petani di Jalan Thomas, Kelurahan Tanjung Penyembal, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai akhirnya berhasil diungkap polisi.
Saat itu, korban Suyetno (41) ditemukan tewas setelah mengalami penikaman brutal pada Selasa dini hari, 5 Mei 2026.
“Pelaku seorang pengangguran berinisial AR (27). Ia tercatat sebagai warga Kelurahan Basilam Baru,” kata Kapolsek Sungai Sembilan Iptu Apridi, Senin (22/6/2026).
Kapolsek menjelaskan, pristiwa itu terjadi sekitar pukul 00.30 WIB, tepat di depan sebuah warung milik warga.
Berdasarkan keterangan polisi, sebelum kejadian, korban diketahui sempat duduk bersama pelaku berinisial AR (27), sambil mengonsumsi tuak pada Senin malam (4/5/2026).
Suasana yang awalnya biasa tiba-tiba berubah tegang sekitar pukul 22.00 WIB.
“Cekcok mulut antara korban dan pelaku tak terhindarkan. Meski sempat mereda, konflik tersebut ternyata menyisakan amarah yang belum padam,” katanya.
Pelaku kemudian meninggalkan lokasi dan pulang ke rumahnya.
Namun, tanpa diketahui korban dan warga sekitar, AR diduga mengambil sebilah pisau sebelum kembali ke lokasi kejadian.
“Saat korban bersiap pulang dari warung sekitar pukul 00.30 WIB, pelaku ternyata telah menunggu di depan,” ungkapnya.
“Ketegangan kembali terjadi. Tanpa banyak kata, pelaku langsung mengeluarkan pisau dari pinggangnya,” jelas Kapolsek
Dalam hitungan detik, tiga tusukan mendarat di tubuh korban. Luka serius mengenai bagian rusuk kiri, perut belakang, dan paha.
Aksi brutal itu membuat korban terkapar bersimbah darah.
Pelapor yang berada di lokasi sempat mencoba melerai. Namun upaya tersebut gagal setelah pelaku mengancam menggunakan senjata tajam, membuat warga tak berani mendekat.
Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Naray Dumai untuk mendapatkan pertolongan medis.
Namun, setelah menjalani perawatan intensif, nyawa Suyetno tak tertolong. Ia dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.
Kematian tragis ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban.
Seorang petani yang sehari-hari menggantungkan hidup dari hasil kebun harus meregang nyawa akibat konflik yang berujung kekerasan.
Kasus ini pun langsung dilaporkan ke pihak kepolisian dan menjadi perhatian serius Polsek Sungai Sembilan.
Polisi bergerak cepat melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku di balik aksi keji tersebut.
Tragedi ini menjadi pengingat bahwa emosi yang tak terkendali dapat berujung fatal.
Dari sebuah warung sederhana, kisah pilu itu kini menjadi awal dari pengungkapan kasus pembunuhan yang mengguncang warga setempat.





