INGATLAH.COM – Teka-teki di balik aksi brutal perampokan terhadap seorang kasir perempuan di Kabupaten Pelalawan, Riau, akhirnya terungkap.
Pelaku diketahui nekat melakukan kejahatan karena terlilit utang pinjaman online (pinjol) dalam jumlah besar.
Pelaku bernama Jodi Alfanidi (27), warga Kelurahan Kerinci Kiri, Kecamatan Kerinci Kanan, Kabupaten Siak, berhasil ditangkap oleh jajaran Polres Pelalawan pada Kamis (18/6/2026).
Kasat Reskrim Polres Pelalawan, AKP Bayu Ramadhan Effendi, mengungkapkan bahwa pelaku diamankan saat melintas di depan Mapolsek Bandar Sei Kijang.
Namun, saat hendak ditangkap, pelaku justru berusaha kabur dan menabrak petugas.
Melihat situasi tersebut, polisi terpaksa mengambil tindakan tegas dan terukur untuk melumpuhkan pelaku.
“Dalam pemeriksaan, pelaku mengakui perbuatannya. Kami juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa kendaraan, pakaian, jaket, serta uang tunai lebih dari Rp36 juta,” ujar AKP Bayu.
Dari hasil penyelidikan, terungkap bahwa aksi nekat tersebut didorong oleh tekanan ekonomi.
Pelaku diketahui memiliki banyak utang pinjaman online yang menumpuk hingga membuatnya gelap mata.
Desakan utang itulah yang mendorong Jodi merencanakan perampokan, bahkan hingga tega melakukan kekerasan terhadap korban demi menguasai uang perusahaan.
“Motifnya ekonomi. Pelaku terlilit utang pinjol dalam jumlah besar. Setelah mendapatkan uang, pelaku sempat pergi ke Pekanbaru untuk berbelanja kebutuhan pribadi,” jelas Bayu.
Polisi juga memastikan bahwa aksi tersebut bukan dilakukan secara spontan.
Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV), pelaku telah melakukan pengamatan terlebih dahulu sebelum beraksi.
Dalam rekaman terlihat pelaku beberapa kali mondar-mandir di sekitar lokasi untuk memastikan situasi aman.
“Pelaku dua kali bolak-balik memantau keadaan. Setelah memastikan lokasi sepi, barulah dia masuk dan melakukan aksinya,” katanya.
“Pelaku juga sudah mengetahui bahwa tempat tersebut sering menyimpan uang tunai karena sebelumnya pernah datang menjual sawit,” tambahnya.
Sebelumnya, INGATLAH.COM memberitakan peristiwa berdarah itu terjadi pada Rabu (17/6/2026) di kantor PT Malika Putri Tunggal, perusahaan suplier kelapa sawit di Kabupaten Pelalawan.
Korban yang merupakan kasir perusahaan diserang secara brutal menggunakan senjata tajam hingga mengalami puluhan luka tusuk di sejumlah bagian tubuh.
Meski mengalami luka serius, korban berhasil selamat dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Kasus ini menjadi pengingat keras tentang dampak tekanan ekonomi, khususnya jeratan pinjaman online, yang dapat mendorong seseorang melakukan tindakan kriminal ekstrem.





