INGATLAH.COM – Fakta mengejutkan terungkap dalam kasus perampokan berdarah yang menimpa seorang kasir perusahaan suplier kelapa sawit di Kabupaten Pelalawan, Riau.
Tak hanya membawa kabur uang perusahaan sebesar Rp76 juta, pelaku ternyata juga melakukan aksi brutal dengan menikam korban sebanyak 27 kali hingga nyaris meregang nyawa.
Korban diketahui bernama Putriani Tamba (25), kasir di kantor pembayaran SPB TBS PT Malika Putri Tunggal (MPT) yang berada di Jalan Lintas Timur KM 43, Desa Kiyap Jaya, Kecamatan Bandar Seikijang.
Peristiwa mengerikan itu terjadi pada Rabu (17/6/2026) sore. Saat itu, korban diduga diserang secara membabi buta menggunakan senjata tajam sebelum pelaku menggondol uang tunai perusahaan senilai Rp76.184.860.
Meski mengalami luka parah dan bersimbah darah, Putriani menunjukkan semangat luar biasa untuk bertahan hidup. Dalam kondisi kritis, ia masih sempat mengirim pesan WhatsApp kepada rekan kerjanya sambil meminta pertolongan.
Bahkan, korban mengirimkan foto dirinya yang berlumuran darah sebagai bukti bahwa nyawanya sedang terancam.
“Korban mengirim foto selfie dalam kondisi terluka parah dan berlumuran darah sambil meminta bantuan karena mengaku hendak dibunuh,” ungkap Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara.
Pesan darurat tersebut menjadi petunjuk penting yang mempercepat pengungkapan kasus.
Tak butuh waktu lama, jajaran Satreskrim Polres Pelalawan berhasil memburu dan menangkap pelaku yang diketahui bernama Jodi Alfanidi (27), warga Kelurahan Kerinci Kiri, Kecamatan Kerinci Kanan, Kabupaten Siak.
“Benar, pelaku telah ditangkap hari ini,” kata Kasat Reskrim Polres Pelalawan AKP Bayu Ramadhan Effendi, Kamis (18/6/2026).
Penangkapan berlangsung saat pelaku melintas di depan Mapolsek Bandar Seikijang. Namun saat hendak diamankan, Jodi justru mencoba melarikan diri dengan menabrak petugas.
Polisi kemudian mengambil tindakan tegas dan terukur untuk melumpuhkan pelaku sebelum akhirnya berhasil diamankan.
“Dalam pemeriksaan, pelaku mengakui perbuatannya. Kami juga mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk kendaraan, pakaian, jaket, serta uang tunai lebih dari Rp36 juta yang diduga berasal dari hasil kejahatan,” ujar Bayu.
Dari hasil pemeriksaan sementara, motif perampokan tersebut diduga karena faktor ekonomi. Pelaku diketahui terlilit utang pinjaman online (pinjol) dalam jumlah besar.
Desakan kebutuhan ekonomi membuat pelaku nekat mengincar uang perusahaan yang diketahui sering tersimpan di lokasi tersebut.
“Motifnya ekonomi. Pelaku memiliki banyak utang pinjaman online. Setelah mendapatkan uang hasil kejahatan, dia sempat pergi ke Pekanbaru untuk berbelanja pakaian dan berbagai kebutuhan lainnya,” jelas Bayu.
Polisi juga menemukan fakta bahwa aksi tersebut telah direncanakan sebelumnya. Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku beberapa kali terlihat mondar-mandir memantau situasi sebelum menjalankan aksinya.
Setelah memastikan lokasi dalam keadaan sepi, pelaku masuk ke dalam kantor dan melancarkan serangan terhadap korban.
“Pelaku sudah mengetahui di lokasi itu sering ada uang tunai karena sebelumnya pernah datang menjual sawit ke sana. Jadi dia tahu kondisi di tempat tersebut,” tambah Bayu.
Saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres Pelalawan. Polisi juga terus mendalami kemungkinan adanya faktor lain yang melatarbelakangi aksi perampokan sadis tersebut.
Sementara itu, korban masih menjalani perawatan medis akibat puluhan luka tusukan yang dideritanya dalam peristiwa berdarah tersebut.





