RiauHukrimPekanbaru

UAS Bersaksi di Tipikor Pekanbaru, Ungkap Kedekatan dan Bantah Tuduhan Terhadap Abdul Wahid

×

UAS Bersaksi di Tipikor Pekanbaru, Ungkap Kedekatan dan Bantah Tuduhan Terhadap Abdul Wahid

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Sidang lanjutan perkara dugaan korupsi yang menjerat Gubernur Riau nonaktif, Abdul Wahid, berlangsung penuh emosi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pekanbaru, Kamis (18/6/2026).

Sorotan utama tertuju pada kehadiran ulama kondang Abdul Somad yang hadir sebagai saksi meringankan (a de charge) bagi terdakwa.

Dalam keterangannya di hadapan majelis hakim, UAS memaparkan sejumlah hal yang ia ketahui, mulai dari perjalanan politik Abdul Wahid hingga dinamika yang terjadi selama masa kepemimpinannya.

Namun, pernyataan paling mencuri perhatian publik muncul di akhir kesaksiannya.

Dengan tegas, UAS mengaku belum melihat adanya bukti yang menunjukkan keterlibatan Abdul Wahid dalam perkara yang tengah disidangkan.

“Sampai saat ini saya tidak melihat satu pun bukti,” tegasnya saat menjawab pertanyaan kuasa hukum terdakwa, Kemal Shahab.

Pernyataan tersebut sontak menjadi perhatian ruang sidang yang dipenuhi pengunjung, termasuk awak media.

Apalagi, disampaikan setelah UAS mengurai panjang lebar hubungan dan interaksinya dengan Abdul Wahid.

Baca Juga  Polsek Kampar Ringkus Pengedar Sabu di Rumbio Jaya, 14 Paket Seberat 11,96 Gram Disita

Di hadapan majelis hakim, UAS mengungkap bahwa dirinya memiliki kedekatan dengan Abdul Wahid sejak masa kampanye Pemilihan Gubernur Riau.

Ia bahkan terlibat langsung dalam proses pencalonan hingga pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Saya sudah lama kenal. Saya ikut mengawal ke KPU, bahkan saya sendiri yang menyetir mobil Jeep,” ungkapnya.

Menurut UAS, dukungan yang ia berikan bukan tanpa alasan. Ia melihat adanya semangat perubahan yang dibawa Abdul Wahid melalui berbagai program yang ditawarkan kepada masyarakat.

Salah satunya adalah 17 poin program pembangunan berbasis keumatan, yang kemudian dirumuskan menjadi 16 poin.

Program tersebut mencakup pembangunan Islamic Center hingga berbagai kebijakan sosial dan keagamaan.

Namun, UAS menyayangkan sejumlah program tersebut tidak berlanjut setelah Abdul Wahid tersandung kasus hukum.

“Semua program hilang sejak beliau tertangkap,” ujarnya.

Tak hanya itu, UAS juga mengungkap adanya cerita yang pernah disampaikan Abdul Wahid kepadanya terkait dugaan tekanan atau ancaman dari pihak tertentu.

Baca Juga  Sidang Korupsi Abdul Wahid Hadirkan 4 Saksi Meringankan di PN Pekanbaru

Menurutnya, Abdul Wahid sempat mengaku diancam dengan membawa-bawa nama lembaga penegak hukum.

“Beliau bilang ada ancaman, ada suara KPK, ‘jangan macam-macam’,” kata UAS.

Mendengar hal tersebut, UAS mengaku sempat mempertanyakan kebenarannya dan menilai bahwa hal itu bisa saja merupakan bentuk intimidasi.

Ia juga menyebut sempat ada upaya mediasi dari sejumlah tokoh masyarakat, termasuk mantan Bupati Siak Arwin serta tokoh lain seperti Asri Auzar. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

“Mereka mencoba mendamaikan, tapi saya tidak melihat ada titik temu,” jelasnya.

Kesaksian UAS ini menjadi salah satu momen penting dalam persidangan, tidak hanya karena kedekatannya dengan terdakwa, tetapi juga karena pernyataannya yang secara tegas menyebut belum adanya bukti yang ia ketahui.

Sidang pun diperkirakan masih akan terus berlanjut dengan menghadirkan saksi-saksi lain untuk mengungkap fakta hukum secara menyeluruh.