RiauPekanbaru

Resmi Dibuka, Wings Air Layani Rute Langsung Pekanbaru-Melaka Tiga Kali Sepekan

×

Resmi Dibuka, Wings Air Layani Rute Langsung Pekanbaru-Melaka Tiga Kali Sepekan

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru kembali memperluas jaringan penerbangan internasional dengan dibukanya rute langsung Pekanbaru-Melaka, Malaysia.

Rute baru yang dilayani maskapai Wings Air ini diharapkan menjadi pintu masuk baru bagi wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Riau.

Penerbangan perdana resmi beroperasi pada Rabu (10/6/2026) dan dilayani tiga kali dalam sepekan, yakni setiap Rabu, Jumat, dan Minggu.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Achmad, mengatakan penerbangan dari Pekanbaru menuju Melaka menggunakan nomor penerbangan IW 1215 yang berangkat pukul 10.30 WIB dan tiba pukul 12.40 waktu setempat.

Sementara penerbangan sebaliknya, Melaka-Pekanbaru, menggunakan nomor penerbangan IW 1216 yang dijadwalkan berangkat pukul 13.10 waktu setempat dan mendarat di Pekanbaru pada pukul 13.25 WIB.

“Pembukaan rute ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat konektivitas udara internasional sekaligus membuka peluang yang lebih besar bagi sektor pariwisata dan perekonomian daerah,” kata Achmad.

Penerbangan perdana tersebut ditandai dengan seremoni pelepasan pesawat Wings Air IW 1215 dari Bandara SSK II.

Baca Juga  Kapolresta Pekanbaru Gelar Syukuran dan Beri Penghargaan Purnawirawan Brimob di HUT Brimob ke-80

Sementara kedatangan pesawat perdana dari Melaka disambut meriah melalui prosesi water salute yang menjadi simbol penghormatan bagi penerbangan baru.

Suasana penyambutan semakin semarak dengan pengalungan bunga serta pemberian tanjak dan selendang khas Melayu kepada penumpang dan awak pesawat.

Prosesi tersebut dilakukan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pekanbaru bersama General Manager Bandara SSK II serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Achmad menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung hadirnya rute internasional baru tersebut.

Menurutnya, keberhasilan pengembangan konektivitas udara tidak hanya bergantung pada bandara dan maskapai, tetapi juga membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

“Keberhasilan konektivitas udara tidak hanya ditentukan oleh bandara maupun maskapai. Dibutuhkan sinergi seluruh ekosistem terkait. Kami mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Pekanbaru, Wings Air, dan seluruh stakeholder dalam memperluas jaringan penerbangan internasional dari dan menuju Pekanbaru,” ujarnya.

Ia menegaskan Bandara SSK II bersama seluruh instansi terkait telah siap melayani penambahan rute penerbangan, baik domestik maupun internasional, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan pelayanan terbaik bagi pengguna jasa.

Menurutnya, kehadiran rute Pekanbaru-Melaka akan mempermudah mobilitas masyarakat dan wisatawan mancanegara yang ingin berkunjung ke berbagai destinasi wisata di Riau, khususnya Pekanbaru.

Baca Juga  UAS Bersaksi di Tipikor Pekanbaru, Ungkap Kedekatan dan Bantah Tuduhan Terhadap Abdul Wahid

“Kami berharap penerbangan ini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan serta menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi masyarakat. Ke depan, kolaborasi yang kuat diharapkan mampu menarik lebih banyak maskapai internasional membuka rute baru dari dan menuju Pekanbaru,” pungkasnya.

Dengan dibukanya rute Pekanbaru-Melaka, Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II kini melayani tiga destinasi internasional, yakni Kuala Lumpur, Singapura, dan Melaka.

Rute-rute tersebut dilayani oleh AirAsia, Malaysia Airlines, Scoot, Batik Air Malaysia (Malindo), Super Air Jet, dan Wings Air.

Sementara untuk penerbangan domestik, Bandara SSK II melayani sejumlah kota tujuan seperti Jakarta, Yogyakarta, Batam, Medan, Padang, Gunung Sitoli, hingga Dabo Singkep melalui maskapai Garuda Indonesia, Citilink, Pelita Air, Batik Air, Lion Air, Super Air Jet, Wings Air, dan Susi Air.

Pembukaan rute langsung Pekanbaru-Melaka ini menjadi sinyal positif bagi upaya memperkuat posisi Pekanbaru sebagai salah satu gerbang udara internasional di Pulau Sumatra sekaligus mempererat hubungan ekonomi, budaya, dan pariwisata antara Indonesia dan Malaysia.