RiauKampar

Korban Hanyut di Sungai Kampar Ditemukan Meninggal Setelah 5 Jam Pencarian

×

Korban Hanyut di Sungai Kampar Ditemukan Meninggal Setelah 5 Jam Pencarian

Sebarkan artikel ini

BANGKINANG – Setelah dilakukan pencarian intensif selama lebih dari lima jam, korban yang hanyut di Sungai Kampar, Desa Muara Jalai, Kecamatan Kampar Utara, Kabupaten Kampar, akhirnya ditemukan oleh tim gabungan dalam kondisi meninggal dunia, Senin (8/6/2026) sekitar pukul 18.08 WIB.

Korban diketahui bernama Cepi Ahmad Munawar (34), warga Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Jenazah korban ditemukan sekitar empat kilometer dari lokasi awal dilaporkan tenggelam setelah terseret arus Sungai Kampar yang deras.

Proses pencarian melibatkan personel Polsek Kampar, BPBD Kabupaten Kampar, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Babinsa, perangkat Desa Muara Jalai, serta masyarakat setempat yang bahu-membahu melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai, khususnya di kawasan Pulau Kasiok.

Kapolsek Kampar, AKP Asdisyah Mursyid, turut berada di lokasi sejak awal kejadian hingga proses evakuasi korban. Ia memimpin koordinasi dengan seluruh unsur yang terlibat guna memastikan pencarian berjalan efektif dan cepat.

“Begitu menerima laporan adanya warga yang tenggelam, kami langsung menuju lokasi untuk melakukan pengamanan, berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait, dan membantu proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan,” ujar AKP Asdisyah Mursyid.

Baca Juga  Galangan Kapal Terbesar se-Sumatera Dibangun di Siak, Era Baru Industri Maritim Dimulai

Peristiwa tragis tersebut bermula sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu, korban bersama dua rekannya tengah memancing di tepian Sungai Kampar. Setelah beberapa waktu, mereka berpindah lokasi ke area lain di sekitar sungai.

Di lokasi baru tersebut, korban bersama salah seorang rekannya memutuskan untuk berenang. Namun keduanya diduga masuk ke bagian sungai yang memiliki kedalaman cukup dalam serta arus yang kuat.

Salah seorang rekan korban berhasil menyelamatkan diri dan mencapai tepian sungai. Sementara Cepi Ahmad Munawar terseret arus deras. Korban sempat meminta pertolongan sebelum akhirnya hilang dari permukaan air dan tenggelam.

Menerima laporan dari warga, jajaran Polsek Kampar langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan para saksi, sekaligus berkoordinasi dengan tim penyelamat guna melakukan pencarian.

Tim gabungan kemudian melakukan penyisiran di sejumlah titik yang diperkirakan menjadi jalur hanyut korban. Upaya pencarian dilakukan dengan menggunakan perahu dan pemantauan di sepanjang aliran Sungai Kampar.

Setelah berjam-jam melakukan pencarian tanpa henti, korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 18.08 WIB di aliran sungai yang berjarak kurang lebih empat kilometer dari titik awal tenggelam.

Baca Juga  Harimau Sumatera Serang Pekerja di Camp Hutan, Korban Tewas di Tempat

Suasana haru menyelimuti lokasi penemuan. Keluarga korban yang sejak siang menunggu kabar perkembangan pencarian akhirnya mendapatkan kepastian mengenai keberadaan anggota keluarga mereka.

Meski korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, keberhasilan operasi pencarian tersebut menjadi bukti kuat sinergitas antarinstansi dan kepedulian masyarakat dalam menghadapi situasi darurat. Kepolisian, TNI, BPBD, petugas pemadam kebakaran, pemerintah desa, hingga warga setempat bekerja sama tanpa mengenal lelah demi menemukan korban.

Kapolsek Kampar juga mengingatkan masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di sungai, terutama pada lokasi yang belum diketahui tingkat kedalaman maupun kondisi arusnya.

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai. Hindari berenang di lokasi yang memiliki arus deras atau kondisi yang belum diketahui tingkat keamanannya. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tegas AKP Asdisyah Mursyid.

Kehadiran Polsek Kampar sejak laporan pertama diterima hingga proses evakuasi selesai menjadi wujud nyata pelayanan kemanusiaan Polri dalam memberikan respons cepat dan pendampingan kepada masyarakat yang mengalami musibah.