INGATLAH.COM – Kondisi Zulkifli (41), korban penembakan dalam bentrokan yang terjadi di area PT Sinar Belilas Perkasa (SBP), Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, masih memprihatinkan.
Meski telah melewati operasi besar dan menunjukkan perkembangan positif, pria tersebut hingga kini masih harus menjalani perawatan intensif di ruang ICU dengan bantuan ventilator.
Peluru yang bersarang di tubuh korban menyebabkan luka serius. Paru-parunya robek, tulang rusuk patah, dan bagian dada belakang mengalami luka tembak yang cukup parah.
Cedera berat itu membuat tim medis harus melakukan tindakan operasi thoracotomy atau pembedahan dada guna menyelamatkan nyawanya.
Humas PT SBP, Abdul Rahman Manurung, mengatakan kondisi Zulkifli saat ini sudah sadar dan relatif stabil. Namun, alat bantu pernapasan masih diperlukan untuk membantu proses pemulihan paru-parunya yang mengalami kerusakan akibat tembakan.
“Untuk saat ini pasien masih terpasang selang bantu napas. Kondisinya sudah sadar dan relatif stabil. Dari dokter spesialis, rencananya pengaturan mesin ventilator akan diturunkan secara bertahap hingga selang alat bantu napas bisa dilepas,” ujar Abdul Rahman Manurung, Rabu (3/6/2026).
Berdasarkan laporan medis, selain mengalami robekan pada paru-paru, korban juga menjalani pemasangan chest tube atau selang dada untuk membantu mengeluarkan udara dan cairan dari rongga dada sehingga fungsi pernapasan dapat kembali normal.
Meski masih berada dalam pengawasan ketat, kondisi vital korban menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Tekanan darah tercatat 111/67 mmHg, denyut jantung 105 kali per menit, suhu tubuh 37,8 derajat Celsius, serta saturasi oksigen mencapai 100 persen dengan bantuan ventilator.
Tim medis saat ini terus memantau kondisi korban selama masa pemulihan. Proses pengurangan bantuan ventilator dilakukan secara bertahap guna memastikan paru-paru korban dapat kembali bekerja secara normal tanpa bantuan alat.
“Pemantauan intensif terus dilakukan, terutama dalam proses weaning atau penurunan penggunaan ventilator hingga pasien nantinya mampu bernapas mandiri,” jelas Abdul Rahman.
Sebelumnya, bentrokan dan aksi penyerangan yang terjadi di area PT SBP, Desa Sungai Raya, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, mengakibatkan sejumlah korban luka. Selain korban tembak, beberapa orang juga dilaporkan mengalami luka akibat senjata tajam dalam insiden yang sempat menggegerkan masyarakat setempat tersebut.





