PADANG – Komitmen memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus ditunjukkan BRI Region 3 Padang melalui berbagai program pemberdayaan yang menjangkau desa, komunitas usaha hingga platform digital.
Langkah ini sejalan dengan semangat Asta Cita yang menekankan pemerataan pembangunan dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Hingga April 2026, BRI Region 3 Padang mencatat capaian positif melalui program Desa BRILiaN, Klaster Usaha, Rumah BUMN, hingga platform digital LinkUMKM yang menjadi bagian dari ekosistem pendampingan UMKM secara berkelanjutan.
Capaian tersebut dipaparkan dalam kegiatan Ramah Tamah dan Silaturahmi yang digelar pada Senin (25/5/2026).
Department Head Micro Business BRI Region 3 Padang, Riana, mengatakan pemberdayaan UMKM tidak hanya sebatas akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga menyentuh peningkatan kapasitas usaha, literasi, pendampingan, serta pemanfaatan teknologi digital.
“Melalui berbagai program pemberdayaan seperti Desa BRILiaN, Klaster Usaha, Rumah BUMN, dan LinkUMKM, pelaku UMKM diharapkan dapat memperoleh pendampingan yang lebih terstruktur, akses informasi yang lebih luas, serta kesempatan untuk meningkatkan kapasitas usahanya,” ujar Riana.
Riana menjelaskan, hingga April 2026 sebanyak 130 desa telah berpartisipasi dalam Program Desa BRILiaN di wilayah kerja BRI Region 3 Padang.
Program ini dirancang untuk mendorong desa menjadi lebih mandiri secara ekonomi melalui penguatan manajemen desa, pengembangan usaha unggulan, serta peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.
Di sisi lain, BRI Region 3 Padang juga membina 1.220 Klaster Usaha hingga April 2026.
Program berbasis komunitas tersebut mendorong pelaku usaha dengan kesamaan wilayah, sumber daya, atau jenis usaha untuk berkembang bersama melalui pendampingan dan edukasi bisnis.
Dalam upaya meningkatkan kapasitas pelaku usaha, BRI turut mengoptimalkan peran Rumah BUMN sebagai pusat pembinaan, kolaborasi, dan inkubasi bisnis.
Saat ini terdapat dua Rumah BUMN BRI di wilayah Region 3 Padang, yakni Rumah BUMN Bukittinggi dan Rumah BUMN Padang Panjang.
Sepanjang 2026, sebanyak 4.178 UMKM baru telah menjadi binaan Rumah BUMN dengan total 18 pelatihan yang telah dilaksanakan. Program pendampingan tersebut mencakup pelatihan usaha, akses aplikasi LinkUMKM, rebranding produk, hingga pembukaan rekening dan QRIS BRI.
“Rumah BUMN menjadi salah satu sarana penting bagi pelaku UMKM untuk mendapatkan pelatihan, pendampingan, akses aplikasi LinkUMKM, rebranding produk, hingga pembukaan rekening dan QRIS BRI.
Dengan demikian, UMKM tidak hanya memperoleh akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga dukungan untuk meningkatkan kualitas usaha dan daya saing produk,” jelasnya.
Transformasi digital juga menjadi fokus pemberdayaan melalui platform LinkUMKM. Hingga April 2026, tercatat sebanyak 225.276 UMKM telah memanfaatkan platform tersebut melalui website maupun aplikasi.
LinkUMKM menyediakan berbagai fitur, mulai dari self-assessment untuk mengetahui kelas usaha, modul pelatihan, konsultasi dengan pakar, akses pasar, informasi Rumah BUMN, hingga berbagai materi pengembangan usaha.
“Pemanfaatan platform digital menjadi salah satu hal penting dalam proses pemberdayaan UMKM. Melalui LinkUMKM, pelaku usaha dapat mengakses edukasi, pelatihan, informasi, dan jejaring bisnis secara lebih mudah,” tambah Riana.
Sementara itu, Regional CEO BRI Region 3 Padang, Riza Pahlevi, menegaskan pihaknya akan terus menghadirkan ekosistem pemberdayaan yang relevan dengan kebutuhan pelaku UMKM dan masyarakat desa melalui penguatan kapasitas, pendampingan, perluasan akses pasar, serta optimalisasi layanan digital.
“Melalui berbagai program pemberdayaan yang dijalankan, kami berharap pelaku UMKM dapat meningkatkan kapasitas usaha, memperluas jejaring dan akses pasar, serta tumbuh lebih berkelanjutan. Hal ini juga menjadi bagian dari upaya BRI dalam mendukung penguatan ekonomi kerakyatan di wilayah Sumatera Barat dan sekitarnya,” tutup Riza.





