INGATLAH.COM – Kemenangan telak Persebaya Surabaya atas Semen Padang FC pada pekan ke-33 BRI Super League 2025/26 ternyata lahir dari keputusan taktis pelatih Bernardo Tavares di babak kedua.
Dalam laga yang digelar di Stadion H Agus Salim, Jumat (15/5/2026), Persebaya sebenarnya sudah unggul nyaman melalui gol Francisco Rivera dan Arief Catur Pamungkas pada babak pertama.
Namun, Tavares menilai timnya masih membutuhkan intensitas tambahan untuk benar-benar mematikan perlawanan tuan rumah.
Pergantian Pemain Jadi Titik Balik
Perubahan dimulai selepas jeda ketika Koko Ari masuk menggantikan Riyan Ardiansyah.
Lima menit babak kedua berjalan, Bruno Moreira mencetak gol ketiga setelah menerima umpan terobosan matang dari Rivera.
Situasi semakin menguntungkan Persebaya usai pemain Semen Padang menerima kartu merah pada menit ke-60. Unggul jumlah pemain membuat tim berjuluk Bajul Ijo semakin dominan menguasai pertandingan.
Tak lama berselang, Mihailo Perovic menambah keunggulan menjadi empat gol.
Masuknya Bruno Paraiba Mengunci Kemenangan
Momen krusial datang ketika Tavares memasukkan Bruno Paraiba dari bangku cadangan. Keputusan tersebut langsung berdampak besar.
Striker asal Brasil itu mencetak gol pertamanya lewat titik penalti pada menit ke-66. Ia kemudian menambah dua gol lagi melalui penyelesaian tenang di depan gawang serta sundulan tajam pada masa injury time, memastikan kemenangan telak Persebaya.
Tavares mengungkapkan, keputusan memainkan Paraiba sebagai pemain pengganti memang sudah direncanakan karena kondisi kebugarannya belum sepenuhnya pulih pasca cedera.
“Itu bagian dari strategi. Kebugaran Mika lebih baik saat ini, sementara Paraiba baru kembali dari cedera dan harus bertahap memulihkan fisiknya,” ujar pelatih asal Portugal tersebut.
Menurutnya, keberhasilan seorang striker tidak hanya diukur dari jumlah gol semata, melainkan kontribusi kolektif seluruh pemain di lapangan.
“Gol bukan hanya milik pencetak gol. Ada pemain yang merebut bola dan memberi assist. Sepak bola adalah olahraga kolektif,” tegasnya.
Penampilan agresif Persebaya juga mendapat apresiasi dari gelandang muda Toni Firmansyah. Pemain berusia 20 tahun itu menyebut kemenangan di Padang merupakan hasil kerja keras tim sejak awal laga.
Menurutnya, keunggulan dua gol di babak pertama menjadi modal penting yang membuat Persebaya semakin percaya diri mengontrol permainan.
Meski meraih kemenangan besar, Toni memastikan skuad Bajul Ijo tidak ingin terlena. Fokus tim kini beralih pada laga berikutnya saat menjamu Persik Kediri di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (23/5).
“Masih banyak yang harus dievaluasi, terutama soal passing dan kontrol bola. Itu yang akan kami perbaiki untuk pertandingan selanjutnya,” pungkas Toni.





