HukrimPekanbaru

Terpukau Program Green Policing Polda Riau, Menteri LH: Ini Akan Saya Adopsi

×

Terpukau Program Green Policing Polda Riau, Menteri LH: Ini Akan Saya Adopsi

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Menteri Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat, melakukan kunjungan kerja perdana ke Polda Riau sejak resmi dilantik.

Kunjungan ini menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjawab persoalan lingkungan hidup, dengan Riau sebagai salah satu wilayah strategis.

Dalam agenda tersebut, Jumhur didampingi sejumlah tokoh nasional, di antaranya Syahganda Nainggolan selaku Ketua Dewan Direktur Great Institute, serta Rocky Gerung, Founder Tumbuh Institute yang dikenal aktif mendorong kesadaran etika lingkungan dan sosial.

Kegiatan di Mapolda Riau berlangsung khidmat dan sarat pesan strategis.

Rangkaian acara diawali dengan penyambutan adat, dilanjutkan pemaparan program unggulan seperti Green Policing dan Waste to Energy, serta penjelasan komprehensif terkait penegakan hukum lingkungan dan inovasi kelembagaan.

Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, dalam sambutannya menegaskan bahwa persoalan lingkungan di Riau tidak bisa dipandang secara parsial.

“Isu lingkungan harus dilihat sebagai persoalan keamanan, ekonomi, dan keadilan sosial secara bersamaan,” ujar pria yang akrab disapa Herimen itu.

Baca Juga  Truk Kembali Terlibat Kecelakaan di Jalintim Seikijang Pelalawan

Ia menambahkan, melalui pendekatan Green Policing, Polda Riau tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga membangun kesadaran kolektif melalui perubahan pola pikir, perilaku, hingga budaya organisasi.

Selain paparan program, kegiatan juga diisi dengan penampilan seni bertema lingkungan, pemutaran video pengungkapan kasus, serta presentasi teknis implementasi Green Policing dan Waste to Energy.

Momentum ini turut dirangkaikan dengan peringatan Hari Buruh melalui pemotongan tumpeng bersama perwakilan serikat pekerja.

Dalam kesempatan tersebut, Jumhur menyampaikan apresiasi tinggi terhadap langkah progresif yang dilakukan Polda Riau.

Ia bahkan mengaku terkesan dengan konsep Green Policing yang dinilai melampaui ekspektasinya.

“Saya mendengarkan seluruh paparan, dan saya merasa apa yang terjadi hari ini akan saya adopsi,” ujarnya.

Menurutnya, konsep tersebut layak dijadikan model nasional dalam pengelolaan lingkungan berbasis penegakan hukum dan kesadaran kolektif.

Baca Juga  Sidang Ketiga Abdul Wahid Digelar di PN Pekanbaru, Ini Agendanya

“Kalau Green Policing ini diterapkan di berbagai institusi, saya rasa dampaknya akan sangat besar bagi perbaikan lingkungan,” tegasnya.

Jumhur juga menegaskan komitmennya untuk mendorong implementasi konsep tersebut di berbagai daerah di Indonesia, sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola lingkungan yang berkelanjutan.

Selain itu, ia menyoroti isu pertambangan rakyat yang dinilai perlu pendekatan lebih adil. Menurutnya, masyarakat penambang tidak selalu menjadi pihak yang harus disalahkan.

“Yang perlu diawasi adalah rantai ekonomi di atasnya. Karena itu, penting mendorong legalitas pertambangan rakyat agar ada kepastian hukum dan perlindungan bagi masyarakat,” jelasnya.

Kunjungan ini ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah. Kehadiran Menteri Lingkungan Hidup di Polda Riau menjadi simbol kuat kolaborasi antara pemerintah pusat dan aparat penegak hukum dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dan berkeadilan.