Indragiri Hilir

Kapolda Riau Turun ke Panipahan, Minta Maaf dan Janji Benahi Penanganan Narkoba

×

Kapolda Riau Turun ke Panipahan, Minta Maaf dan Janji Benahi Penanganan Narkoba

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, turun langsung ke Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, Kamis (16/4/2026), usai mengukuhkan Duta Anti Narkoba di Pekanbaru.

Kunjungan ini menjadi bagian dari langkah cooling system pasca aksi unjuk rasa yang sempat terjadi di wilayah pesisir tersebut, sekaligus upaya memulihkan kepercayaan masyarakat serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif.

Kapolda hadir bersama Agustatius Sitepu dan Syahrial Abdi, serta jajaran pejabat utama Polda Riau. Kedatangan rombongan disambut Bupati Rokan Hilir Bistamam, Kapolres Rohil AKBP Isa Imam Syahroni, unsur Forkopimda, hingga tokoh masyarakat, adat, dan agama setempat.

Setibanya di Panipahan, Kapolda langsung menggelar dialog terbuka bersama masyarakat. Forum tersebut menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mengevaluasi peristiwa yang terjadi sebelumnya.

Dalam kesempatan itu, Irjen Herry secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.

“Secara pribadi maupun sebagai Kapolda Riau, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Panipahan. Kami juga menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas peristiwa yang terjadi,” ujarnya.

Ia mengakui, kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi serius bagi institusi Polri, khususnya dalam merespons harapan masyarakat terkait penanganan narkoba.

Baca Juga  Progres 45 Persen, Satgas Brimob Polda Riau Rakit Kerangka Balok Jembatan di Batang Tuaka Inhil

“Kami menyadari adanya ketidakpuasan masyarakat. Ini menjadi evaluasi bahwa masih ada kekurangan dalam pelaksanaan tugas di lapangan,” lanjutnya.

Menurutnya, peristiwa di Panipahan harus dijadikan momentum perubahan bagi kepolisian.

“Ini wake-up call bagi kami agar benar-benar hadir di tengah masyarakat, mendengar, memahami, dan menindaklanjuti setiap persoalan secara nyata,” tegas lulusan Akpol 1996 itu.

Dalam dialog tersebut, Kapolda juga menyoroti lemahnya komunikasi antara aparat dan masyarakat sebagai salah satu akar persoalan. Ia pun mendorong dibangunnya mekanisme komunikasi yang lebih terbuka, baik melalui forum bersama maupun jalur komunikasi langsung dengan tokoh masyarakat.

Sebagai langkah pembenahan, Polda Riau telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap personel di wilayah Panipahan, termasuk pergantian pejabat dan penempatan personel baru yang telah melalui pemeriksaan ketat.

“Kami pastikan personel yang bertugas harus bersih dan profesional. Ini komitmen yang tidak bisa ditawar,” tegasnya.

Kapolda juga melakukan pengecekan langsung terhadap personel baru, termasuk pelaksanaan tes urine sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat.

Tak hanya fokus pada pendekatan keamanan, Polda Riau juga menyiapkan solusi sosial dan ekonomi. Salah satunya melalui penyerahan bantuan mesin ketinting bagi nelayan setempat.

Baca Juga  Diduga Korsleting Listrik, 15 Rumah di Gaung Inhil Jadi Abu

“Kita tidak bisa hanya bicara penindakan. Kita juga harus membantu masyarakat agar memiliki alternatif ekonomi. Ketika ekonomi bergerak, ruang bagi narkoba akan semakin sempit,” jelasnya.

Rangkaian kegiatan berlanjut ke Pasar Induk Panipahan, di mana Kapolda bersama para Duta Anti Narkoba memberikan imbauan langsung serta membagikan atribut kampanye anti narkoba kepada warga.

Selanjutnya, rombongan mengunjungi Yayasan Perguruan Kartini Panipahan untuk memberikan edukasi kepada pelajar melalui program Sekolah Bersinar (Bersih dari Narkoba). Para duta mengajak generasi muda untuk menjauhi narkoba serta menyelesaikan persoalan secara damai tanpa kekerasan.

Kegiatan ditutup di kawasan Pekong Imigrasi Panipahan dengan pengukuhan Duta Anti Narkoba tingkat kecamatan dan penyerahan bantuan secara simbolis kepada masyarakat.

Dalam penutupnya, Kapolda kembali mengingatkan pentingnya menjaga kondusivitas serta menghindari tindakan anarkis dalam menyampaikan aspirasi.

“Kalau ada persoalan, jangan diselesaikan dengan tindakan anarkis. Kedepankan musyawarah dan dialog,” pesannya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama dan adat, untuk bersama-sama membangun kembali harmoni sosial di Panipahan.

“Kami ingin tidak ada jarak antara Polri dan masyarakat. Mari kita bangun kepercayaan dan kerja sama demi Panipahan yang aman dan bersih dari narkoba,” tutupnya.