INGATLAH.COM – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menyalurkan bantuan pangan kepada puluhan ribu masyarakat sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus membantu warga kurang mampu. Program yang digelar bersama Perum Bulog ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menyebutkan jumlah penerima bantuan tahun ini mencapai 63.243 orang, melonjak tajam dari 18.986 penerima pada 2025.
“Ini berarti kenaikannya hampir tiga kali lipat. Hal ini menunjukkan adanya perhatian besar dari pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto terhadap masyarakat,” ujar Agung saat penyaluran bantuan di Lapangan Bukit Putera, Rabu (15/4/2026).
Peningkatan jumlah penerima juga terjadi di tingkat kecamatan. Di Kecamatan Senapelan, misalnya, penerima bantuan naik dari 763 menjadi 1.138 orang. Setiap paket bantuan memiliki nilai sekitar Rp400 ribu.
Tak hanya menyalurkan bantuan, Pemko Pekanbaru juga menghadirkan inovasi dalam pola distribusi. Warga yang datang tidak hanya menerima sembako, tetapi juga mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan sebelum bantuan diserahkan.
“Hari ini ada 1.900 paket sembako yang disalurkan di Kecamatan Senapelan. Sebelum menerima bantuan, masyarakat diperiksa kesehatannya, kemudian pulang membawa bantuan sekaligus makanan,” jelasnya.
Untuk mendukung layanan tersebut, Dinas Kesehatan menyiapkan 10 puskesmas agar pelayanan kesehatan dapat dilakukan secara cepat dan tepat. Ke depan, penyaluran bantuan akan dilakukan secara bertahap di wilayah lain.
“Pekan depan, sekitar 8.000 keluarga penerima manfaat di Kecamatan Rumbai akan menerima bantuan. Setelah itu dilanjutkan ke Kecamatan Marpoyan Damai,” tambah Agung.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat kendala dalam pendataan penerima. Beberapa data dinilai belum diperbarui, seperti penerima yang telah meninggal dunia atau pindah domisili.
“Kami terus melakukan pembaruan data agar bantuan tepat sasaran,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Pimpinan Perum Bulog Kanwil Riau-Kepri, Ria Sartika, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan dan mengendalikan inflasi. Data penerima mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang ditetapkan oleh Badan Pangan Nasional berdasarkan data Kementerian Sosial.
“Setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk alokasi Februari dan Maret yang disalurkan sekaligus,” jelasnya.
Dalam distribusinya, Bulog bekerja sama dengan PT Jasa Prima Logistik Cabang Riau guna memastikan bantuan sampai ke tangan masyarakat.
Khusus di Kecamatan Senapelan, total penerima bantuan mencapai 1.901 orang yang tersebar di enam kelurahan, dengan total distribusi 38.020 kilogram beras dan 7.604 liter minyak goreng.
Program ini menjadi salah satu langkah konkret Pemko Pekanbaru dalam menjaga stabilitas pangan sekaligus meringankan beban masyarakat di tengah kondisi ekonomi saat ini.





