INGATLAH.COM – Penumpukan sampah di pinggir jalan Kota Pekanbaru menjadi sorotan utama saat ini.
Banyak warga yang menyatakan keprihatinan mereka atas masalah ini, merasa bahwa penanganan sampah yang tidak efektif telah mengganggu kenyamanan dan keindahan lingkungan sekitar.
Salah satunya di Kelurahan Sialang Munggu, Kecamatan Binawidiya, Kota Pekanbaru, para penduduk setempat terus mengeluh dengan jumlah sampah yang semakin bertambah di di gang-gang, seperti Gang Damai samping Sekolah Kehutanan dan Gang Swadaya.
Pemandangan sampah yang terus menumpuk meski sudah dipasangi spanduk imabuan yang tidak menyenangkan tidak dihiraukan dan memunculkan kekhawatiran akan dampaknya terhadap lingkungan.
Sampah yang menumpuk di pinggir jalan merupakan hasil dari kebiasaan buruk dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang membuang sampah sembarangan.
Sampah tersebut bisa berupa berbagai macam material seperti plastik, kertas, kardus, sisa makanan, dan barang-barang lainnya.
Masalah yang lebih besar mungkin bisa muncul kedepannya terhadap dampak lingkungan ditambah dengan cuaca hujan yang saat ini tidak beraturan.
Sampah tersebut dapat mencemari tanah dan air, menyebabkan pencemaran lingkungan yang berdampak pada kehidupan organisme di sekitarnya.
Selain itu, sampah yang terbawa oleh air hujan dapat menyumbat saluran air dan mengakibatkan banjir.
Salah seorang tokoh pemuda Kelurahan Sialang Munggu, Faris Aditya atau yang lebih akrab dipanggil Faris, mengungkapkan bahwa untuk mengatasi masalah penumpukan sampah di pinggir jalan secara efektif, diperlukan pendekatan holistik yang melibatkan berbagai pihak.
“Salah satu solusi yang dapat diimplementasikan adalah melalui Penegakan Hukum yang ketat. Perangkat tempatan perlu meningkatkan penegakan hukum terhadap pelanggaran,” ujar Faris, Selasa, (30/9/2025).
“Denda terhadap oknum yang membuang sampah sembarang harus tegas dan diberlakukan untuk mencegah perilaku yang tidak bertanggung jawab dalam membuang sampah,” tambahnya.
Ditambah dengan partisipasi masyarakat. Melibatkan masyarakat secara aktif dalam kegiatan pembersihan lingkungan dan program daur ulang.
“Kampanye sukarelawan dan penghargaan bagi individu atau kelompok yang berkontribusi secara signifikan dalam menjaga kebersihan lingkungan dapat mendorong partisipasi masyarakat,” pungkasnya.





