INGATLAH.COM – Tenaga kesehatan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru mengikuti sosialisasi Kesehatan Jiwa serta pelatihan Brief Jail Mental Health Screen (BJMHS), Jumat, (6/3/2026).
Kegiatan ini merupakan salah satu Keputusan Direktur Jenderal Pemasyarakatan terkait standar pelayanan kesehatan jiwa di lingkungan pemasyarakatan serta memperkuat pemahaman petugas kesehatan dalam menjaga mental para warga binaan.
Selain itu, pelatihan BJMHS diberikan untuk meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dalam melakukan skrining awal terhadap kondisi mental warga binaan.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pemaparan mengenai ketentuan dan pedoman yang tercantum dalam Keputusan Direktur Jenderal Pemasyarakatan tentang Standar Kesehatan Jiwa.
Materi ini menjadi acuan penting bagi petugas kesehatan dalam memberikan pelayanan yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Tidak hanya teori, para tenaga kesehatan juga dibekali keterampilan praktis melalui pelatihan penggunaan metode Brief Jail Mental Health Screen (BJMHS).
Metode ini merupakan alat skrining awal yang digunakan untuk mengidentifikasi kemungkinan gangguan kesehatan mental pada warga binaan secara cepat dan sistematis.
Melalui pelatihan ini, tenaga kesehatan diharapkan mampu melakukan deteksi dini terhadap kondisi kesehatan jiwa warga binaan, baik sejak tahap awal penerimaan maupun selama masa pembinaan berlangsung.
Dengan demikian, langkah penanganan yang tepat dapat segera dilakukan, termasuk pemberian layanan kesehatan di dalam lapas ataupun rujukan ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap apabila diperlukan.
Pelayanan kesehatan jiwa di Lapas Kelas IIA Pekanbaru sendiri dilaksanakan secara komprehensif dengan melibatkan berbagai pihak terkait, seperti asesor, wali pemasyarakatan, serta petugas pengamanan.
Kolaborasi lintas bidang ini menjadi bagian penting dalam memastikan proses pemantauan dan penanganan kondisi mental warga binaan berjalan secara terpadu.
Salah satu dokter di Klinik Pratama Lapas Kelas IIA Pekanbaru, dr. Yani, menegaskan bahwa kesehatan jiwa merupakan komponen penting dalam proses pembinaan warga binaan di dalam lapas.
Ia menambahkan, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan merupakan langkah strategis untuk memastikan pelayanan kesehatan mental di lingkungan pemasyarakatan berjalan sesuai standar.
“Kesehatan mental memiliki peran besar dalam proses pembinaan. Melalui pelatihan BJMHS ini, kami memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang cara melakukan skrining kesehatan jiwa secara cepat dan tepat, sehingga kondisi psikologis warga binaan dapat terdeteksi sejak dini,” ujarnya.
( Mhd Ihsan )





