INGATLAH – Manajemen Semen Padang FC akhirnya mengambil keputusan besar dengan memutus kontrak pelatih kepala, Dejan Antonic di tengah persaingan sengit putaran kedua BRI Super League 2025/2026.
Langkah ini diambil menyusul performa tim berjuluk Kabau Sirah yang tak kunjung membaik di bawah asuhan pelatih asal Serbia tersebut.
Keputusan tersebut menjadi puncak dari hasil mengecewakan pada laga pekan ke-24 melawan PSIM Yogyakarta di Stadion H. Agus Salim, Rabu (4/3/2026).
Bermain di hadapan pendukung sendiri, Semen Padang FC hanya mampu meraih hasil imbang tanpa gol (0-0).
Berakhirnya Dejan Antonic bersama Semen Padang FC ditandai dengan postingan akun instagram resmi Semen Padang FC @semenpadangfcid.
”Kebersamaan tim Kabau Sirah dengan coach Dejan Antonic harus berakhir. Keputusan ini diambil manajemen Semen Padang FC setelah melakukan pertimbangan dan diskusi dengan penasehat tim,” tulis akun tersebut.
Padahal, tim kebanggaan masyarakat Sumatera Barat ini unggul jumlah pemain sejak menit ke-38 setelah pemain PSIM, Fahreza Sudin, diganjar kartu merah.
Wasit mengeluarkan kartu merah setelah Fahreza melakukan pelanggaran keras berupa tendangan tinggi yang mengenai kepala Samuel Christianson.
Namun, meski unggul personel selama lebih dari satu babak, skuad Kabau Sirah gagal memecah kebuntuan hingga laga usai.
Pemecatan Dejan Antonic bukanlah keputusan yang mendadak. Sebelumnya, penasehat Semen Padang FC, Andre Rosiade telah melayangkan ultimatum keras kepada sang pelatih.
Dejan diwajibkan memberikan kemenangan saat menjamu PSIM jika ingin mempertahankan posisinya. Skor kacamata pada laga tersebut menjadi penutup bagi batas toleransi manajemen.
Dejan Antonic pertama kali menukangi Semen Padang pada pekan ke-10 musim ini. Namun, statistik mencatat tren yang kurang memuaskan. Dari 16 pertandingan yang dipimpinnya, Kabau Sirah hanya mencatatkan:
- 3 Kemenangan
- 4 Hasil Imbang
- 9 Kekalahan
Rangkaian hasil minor ini membuat posisi Semen Padang FC terpuruk di zona degradasi, memaksa klub untuk berjuang ekstra keras demi bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Menanti Sosok Penyelamat di Sepuluh Laga Sisa
Kini, manajemen memikul tugas berat untuk segera menunjuk juru taktik baru. Dengan kompetisi yang hanya menyisakan 10 pertandingan, pelatih pengganti diharapkan mampu menjadi penyelamat tim dari ancaman turun kasta.
Publik dan pendukung setia kini berspekulasi mengenai siapa yang akan mengisi kursi kepelatihan.
Beberapa nama pelatih lokal yang akrab dengan publik Sumatera Barat pun mulai mencuat, seperti Nilmaizar, Emral Abus, hingga Indra Sjafri.
Keputusan apakah manajemen akan kembali menggunakan jasa pelatih asing atau beralih ke talenta lokal menjadi hal yang paling dinanti saat ini. (*)





