INGATLAH.COM – Televisi pemerintah Iran pada Minggu (1/3/2026) secara resmi mengumumkan bahwa Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Republik Islam Iran, telah meninggal dunia.
Pengumuman itu disiarkan dengan suasana duka oleh stasiun penyiaran negara, menandai peristiwa bersejarah yang berpotensi mengubah lanskap politik kawasan Timur Tengah.
Khamenei yang berusia 86 tahun telah memimpin Iran sejak 1989, menjadikannya salah satu pemimpin dengan masa jabatan terlama di dunia Arab dan Asia Barat.
Ia sebelumnya juga menjabat sebagai presiden Iran dari 1981 hingga 1989 sebelum diangkat menjadi Pemimpin Tertinggi setelah wafatnya Ayatollah Ruhollah Khomeini.
Pengumuman itu muncul setelah klaim sebelumnya dari media Israel dan Presiden Amerika Serikat yang mengatakan Khamenei tewas dalam serangan militer bersama oleh AS dan Israel.
Pemerintah Iran, melalui televisi negara, akhirnya mengonfirmasi kematiannya meskipun belum merinci secara resmi bagaimana dan di mana persisnya kejadian itu berlangsung.
Serangan militer yang dilancarkan pada Sabtu oleh Amerika Serikat dan Israel menargetkan sejumlah lokasi di Iran, termasuk ibukota Teheran, memicu eskalasi konflik yang luas di kawasan.
Insight media internasional juga melaporkan bahwa serangan tersebut menyebabkan kerusakan besar dan memicu respons keras dari Tehran.
Sebagai tanggapan, pemerintah Iran dilaporkan telah meluncurkan serangan balasan dan menyatakan akan memberikan sanksi terhadap pihak yang dianggap bertanggung jawab atas kematian pemimpinnya.
Lebanon dan negara-negara Teluk juga menjadi sorotan dalam ketegangan militer yang berkembang ini.
Kematian Khamenei bukan hanya penting secara domestik bagi Iran, tetapi juga berpotensi mengubah dinamika hubungan internasional dan keamanan regional.
Prosedur penunjukan penggantinya menurut konstitusi Iran akan menjadi fokus utama dalam beberapa hari mendatang.





