INGATLAH.COM – Semen Padang FC akhirnya keluar dari zona degradasi setelah berhasil mengalahkan Borneo FC dengan skor 1-3, Selasa (14/1/2024).
Kemenangan itu menggeser Semen Padang FC ke klasemen 15 dengan jumlah 13 poin.
Tak hanya itu, kemenangan ini juga menuntaskan dendam atas kekalahan di putaran pertama Liga 1.
Kemenangan di Stadion Batakan, Balikpapan ini juga menjadi angin segar bagi Kabau Sirah yang sepanjang putaran pertama menerima banyak tekanan.
Tiga gol Semen Padang FC dicetak oleh dua pemain yang baru didatangkan yaitu F. Chaby dan Bruno Gomes.
Babak Pertama
Meski tampil dominan sejak awal laga, Semen Padang FC harus menerima kenyataan pahit tertinggal lebih dulu.
Gol tunggal Gabriel Furtado melalui sundulan pada menit ke-39 membawa Borneo FC unggul 1-0 hingga babak pertama usai.
Hasil ini sempat menjadi ujian berat bagi skuad asuhan Eduardo Almeida yang masih terpuruk di dasar klasemen dengan hanya mengoleksi 10 poin dari 17 pertandingan.
Babak Kedua
Namun, jalannya pertandingan berubah drastis di babak kedua setelah Dwiki Hardiansyah, pemain Borneo FC, menerima kartu kuning kedua pada menit ke-47.
Bermain dengan 10 orang membuat Borneo FC kewalahan menghadapi gempuran Semen Padang.
Hanya dua menit setelah kartu merah tersebut, F. Chabi mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-49.
Semen Padang semakin agresif, dan Bruno Gomes menjadi bintang kemenangan dengan dua gol tambahan yang dicetak pada menit ke-73 dan 76.
Skor 3-1 bertahan hingga peluit akhir, mengantarkan Semen Padang pada kemenangan penting.
Langkah Agresif di Bursa Transfer
Sebelum laga ini, manajemen Semen Padang telah melakukan pergerakan besar-besaran di bursa transfer paruh musim.
Lima pemain asing dan tiga pemain lokal didatangkan demi memperbaiki performa tim.
Pelatih Eduardo Almeida menyebutkan bahwa amunisi baru ini memiliki pengalaman bermain di liga kompetitif seperti Liga 1 dan Liga 2 Portugal.
“Saya yakin mereka bisa cepat beradaptasi dan membawa dampak positif bagi tim,” ungkap pelatih asal Portugal tersebut.
Kemenangan atas Borneo FC menjadi sinyal kebangkitan Semen Padang yang masih berjuang untuk keluar dari posisi buncit.
Eduardo Almeida dan anak asuhnya kini memiliki harapan lebih besar setelah berhasil membalas kekalahan di pertemuan pertama Agustus 2024 lalu, di mana Semen Padang kalah 1-3 di Stadion STIK, Jakarta.
Meski perjalanan masih panjang, hasil ini membuktikan bahwa Kabau Sirah tidak menyerah dalam perburuan poin krusial di sisa musim Liga 1.
Selanjutnya, tantangan berat kembali menanti saat mereka menghadapi lawan-lawan tangguh lainnya.(*)





