INGATLAH – PSIM Yogyakarta akhirnya memutus rantai lima laga tanpa kemenangan setelah menaklukkan PSBS Biak dengan skor 4-2 pada pekan ke-23 BRI Super League 2025/26.
Bermain di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (27/2) malam, Laskar Mataram tampil efektif memanfaatkan peluang, sekaligus menunjukkan respons positif setelah periode sulit dalam beberapa pekan terakhir.
Franco Ramos menjadi bintang lapangan lewat dua gol yang dicetak pada menit ke-15 dan 64. Dua gol lainnya disumbangkan Ze Valente pada menit ke-69 dan 89.
Sementara itu, tim tamu sempat memberikan perlawanan melalui gol Eduardo Barbosa pada menit ke-36 dan Ruyery Alfonso menit ke-82.
Kemenangan ini menjadi momentum penting bagi PSIM yang sebelumnya hanya meraih tiga hasil imbang dan dua kekalahan dalam lima pertandingan terakhir.
Pelatih PSIM, Jean Paul Van Gastel, mengakui timnya belum tampil ideal di babak pertama, terutama dalam aspek penguasaan bola.
“Saya pikir di babak pertama kami tidak bermain seperti biasanya. Kami tidak benar-benar memegang kendali permainan,” ujarnya.
Menurut dia, pembicaraan di ruang ganti saat jeda menjadi titik balik. Tim diingatkan kembali pada identitas permainan yang sudah dibangun dalam 22 pertandingan sebelumnya.
Hasilnya terlihat di babak kedua. PSIM tampil lebih tenang, terorganisasi, dan mampu mengontrol tempo pertandingan.
Meski demikian, Van Gastel memberi catatan tegas pada lini pertahanan yang dinilai masih terlalu mudah kebobolan.
Ia menilai situasi tertinggal membuat tim harus mengeluarkan energi lebih besar untuk membalikkan keadaan.
“Kami harus bisa membuat pertandingan lebih mudah dimenangkan. Terlalu banyak energi terbuang karena kesalahan yang seharusnya bisa dihindari,” katanya.





