INGATLAH.COM – Persebaya Surabaya harus melalui laga penuh drama saat menghadapi Persis Solo pada pekan ke-32 BRI Super League 2025/26 di Stadion Manahan, Sabtu (9/5) malam.
Di tengah ambisi membawa pulang kemenangan, Bajul Ijo justru dihantam badai cedera yang memaksa tim bermain dengan berbagai improvisasi.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menilai pertandingan berlangsung dengan intensitas tinggi sejak awal. Ia menyebut timnya sebenarnya mampu mengontrol permainan dan menciptakan lebih banyak peluang pada babak pertama.
“Saya pikir ini pertandingan yang intens. Pada babak pertama Persebaya memiliki lebih banyak peluang dan mampu mendominasi permainan hingga akhir babak pertama,” ujar pelatih berlisensi UEFA Pro tersebut.
Menurutnya, Persis Solo memilih bermain menunggu dengan mengandalkan serangan balik cepat serta situasi bola mati untuk menciptakan ancaman.
Namun situasi berubah drastis setelah jeda pertandingan. Persebaya mulai kehilangan sejumlah pemain penting akibat cedera yang datang secara beruntun.
“Saat jeda kami harus mengganti Malik karena cedera. Di awal babak kedua, Koko juga harus keluar karena cedera,” jelas Tavares.
Tak hanya itu, Bruno yang baru pulih dari cedera juga terpaksa ditarik keluar karena kondisi fisiknya belum sepenuhnya siap menjalani pertandingan dengan intensitas tinggi.
Situasi darurat membuat Tavares harus melakukan berbagai penyesuaian taktis. Sejumlah pemain muda seperti Ichsas, Dimas, dan Tata dimainkan di posisi yang berbeda demi menjaga keseimbangan tim.
“Saya sangat mengapresiasi sikap para pemain yang masuk. Mungkin bukan performa terbaik mereka, tetapi mereka menunjukkan semangat juang luar biasa di lapangan,” katanya.
Meski dihantam masalah cedera, Persebaya tetap mampu menciptakan peluang berbahaya. Salah satunya melalui tandukan Bruno pada menit ke-56 yang masih bisa diamankan penjaga gawang Persis Solo.
Di sisi lain, Persis mulai tampil lebih agresif pada babak kedua setelah melakukan pergantian pemain. Tuan rumah memanfaatkan kondisi Persebaya yang kehilangan beberapa pemain inti untuk meningkatkan tekanan.
“Di babak kedua masalah kami mulai muncul karena banyak pemain harus keluar. Kami bahkan harus menempatkan pemain di posisi yang berbeda,” tambah mantan pelatih PSM Makassar tersebut.
Meski gagal meraih kemenangan, Tavares tetap menilai hasil imbang di Stadion Manahan sebagai poin berharga, mengingat situasi sulit yang dihadapi tim sepanjang pertandingan.
“Saya pikir ini hasil yang bagus dengan semua situasi yang terjadi, banyak pemain cedera dan harus bermain di posisi berbeda,” tutupnya.
Tambahan satu poin membuat Persebaya Surabaya tetap bertahan di posisi kelima klasemen sementara BRI Super League 2025/26 dengan koleksi 52 poin, sekaligus menjaga peluang mereka finis di papan atas hingga akhir musim.





