Pekanbaru

Setahun Kepemimpinan di Tengah Tantangan, Provinsi Riau Fokus Benahi PAD dan Tata Kelola

×

Setahun Kepemimpinan di Tengah Tantangan, Provinsi Riau Fokus Benahi PAD dan Tata Kelola

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Genap satu tahun kepemimpinan Pemerintah Provinsi Riau masa bakti 2005–2026, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Harianto, mengakui perjalanan tahun pertama bukanlah hal yang mudah.

Berbagai tantangan fiskal hingga persoalan tata kelola menjadi ujian yang harus dihadapi di awal masa memimpin berjalannya roda gigi untuk Provinsi Riau.

“Ini bukan tahun yang biasa. Perjalanannya tidak mulus, banyak dinamika yang harus kita selesaikan bersama,” ujar SF Harianto dalam pemaparannya.

SF Harianto mengungkapkan, tren pendapatan daerah mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Jika pada 2021 pendapatan daerah berada di angka sekitar Rp9,3 triliun, pada 2025 tercatat turun menjadi sekitar Rp8,2 triliun.

Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

“Insyaallah pada 2026 seluruh kewajiban akan kita tuntaskan. Kami terus berupaya keras di tahun pertama ini meski kondisi fiskal masih tertanggung dan belum maksimal,” katanya.

Ia menegaskan, fokus utama pemerintahannya adalah meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor pajak dan optimalisasi anggaran.

Baca Juga  Babak Pertama PSPS Pekanbaru Tahan Imbang FC Bekasi City 0-0, Aji Santoso Berani Main Tanpa Pemain Asing

“Dari beberapa temuan, masih banyak kebocoran terhadap anggaran daerah. Karena itu, kami membentuk tim lintas instansi untuk memantau dan mengoptimalkan PAD,” tegasnya.

Ia juga memaparkan, ditengah keterbatasan fiskal 2025 serta proses penyesuaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), pertumbuhan ekonomi Riau tercatat berada pada kisaran 3,9 hingga 4,2 persen.

Angka tersebut dinilai masih memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional.

Selain itu, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Riau mencapai angka 74. Luas lahan terbakar juga dilaporkan mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya serta Indeks Modal Manusia bahkan disebut melampaui target RPJMD.

“Ini menjadi bukti bahwa meski dalam keterbatasan, kita tetap bergerak dan tidak berhenti melakukan perbaikan,” tambahnya.

Kesehatan, Infrastruktur, dan Kemiskinan

Di sektor kesehatan, cakupan Jaminan Kesehatan Riau (JKR) telah menjangkau lebih dari 71 ribu jiwa.

Sementara itu, kondisi jalan mantap saat ini berada di angka 62 persen dengan target 66 persen.

Baca Juga  Kisah Maradona dan Danil, 2 Mualaf yang Mantap Memilih Islam di Pekanbaru

Namun demikian, SF Harianto mengakui masih ada pekerjaan rumah besar, terutama terkait angka kemiskinan dan pengangguran yang belum sepenuhnya membaik.

“Kita tahu ini tahun-tahun masa pembenahan. Pengangguran memang belum sempurna penanganannya, tetapi kita dorong melalui sertifikasi dan penempatan tenaga kerja ke luar negeri,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas berbagai program yang belum sepenuhnya terealisasi.

“Kami mohon maaf kepada masyarakat Riau, masih banyak hal yang belum terkabul. Namun dengan dukungan para kepala daerah kabupaten/kota dan seluruh masyarakat, kami optimistis bisa memperbaikinya,” ucapnya.

Menutup pemaparannya, SF Harianto turut mendoakan mantan Gubernur Riau nonaktif, Abdul Wahid, yang tengah menghadapi proses hukum terkait kasus korupsi.

“Kita doakan semoga segala urusan beliau diberikan kemudahan dan diselesaikan dengan sebaik-baiknya sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tutupnya.

( Mhd Ihsan  )