UtamaPelalawan

Karena Ini, 20 Pengendara Ditilang dan 19 Motor Disita Satlantas Polres Pelalawan

×

Karena Ini, 20 Pengendara Ditilang dan 19 Motor Disita Satlantas Polres Pelalawan

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Deru knalpot memecah keheningan malam di sejumlah ruas jalan Kabupaten Pelalawan, Sabtu (14/2/2026) malam.

Namun, suara bising itu tak berlangsung lama. Di bawah sorot lampu biru patroli, satu per satu sepeda motor berknalpot brong dihentikan petugas.

“Sebanyak 19 kendaraan dan 1 STNK disita dan ditahan,” kata Kasat Lantas Polres Pelalawan, AKP Tatit Rizkyan Hanafi kepada ingatlah.com.

AKP Tatit menjelaskan giat penertipan itu dimulai sekitar pukul 23.00 WIB.

Malam itu, suasana berbeda terasa di titik-titik yang selama ini dikenal rawan kemacetan dan kerap dijadikan lokasi balap liar.

Personel lebih dulu mengikuti apel kesiapan, sebelum bergerak menyusuri jalanan dalam pola Blue Light Patrol atau strategi patroli dengan lampu rotator menyala sebagai tanda kehadiran polisi sekaligus efek pencegah.

Baca Juga  Konflik Parkir di Pekanbaru Memanas, Tiga Pelaku Pengeroyokan Resmi Ditahan

Tak sekadar menindak, petugas juga menyapa dan berdialog dengan para pengendara.

Tak hanya itu, ada juga edukasi tentang Kamtibmas serta Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) diberikan langsung di tepi jalan.

Bagi pelanggaran kasat mata, tindakan tetap diberlakukan.

“Hasilnya, 20 lembar tilang diterbitkan, lima pengendara mendapat teguran, 19 unit sepeda motor diamankan, dan satu lembar STNK turut disita,” kata AKP Tatit.

AKP Tatit Rizkyan Hanafi menegaskan bahwa knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis bukan sekadar soal kebisingan.

Dampaknya bisa memicu gangguan ketertiban, keresahan warga, bahkan konflik sosial.

Baca Juga  PSPS vs Persiraja: Noriki dan Yudo Jadi Andalan Daya Gedor

“Kami ingin jalanan Pelalawan tetap aman dan nyaman. Keselamatan adalah prioritas. Penindakan ini akan terus kami lakukan secara konsisten,” ujarnya.

Bagi sebagian warga, razia malam itu menghadirkan rasa lega. Suara bising yang kerap mengusik waktu istirahat perlahan mereda.

Sementara bagi para pengendara, operasi tersebut menjadi pengingat bahwa kebebasan di jalan tetap memiliki batas keselamatan dan ketertiban bersama.

Hingga kegiatan berakhir, situasi berlangsung aman dan tertib.

Di bawah cahaya lampu biru yang berpendar di gelap malam, pesan itu terasa jelas jalan raya bukan arena adu nyali, melainkan ruang bersama yang harus dijaga.