Berita

Penerangan Pasar Raya Padang Minim, Pedagang Keluhkan Keamanan

×

Penerangan Pasar Raya Padang Minim, Pedagang Keluhkan Keamanan

Sebarkan artikel ini

INGATLAH – Kondisi lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di pusat Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) dilaporkan dalam kondisi memprihatinkan.

Minimnya cahaya di area pasar pada malam hari disebabkan oleh banyaknya lampu sorot yang rusak dan tidak berfungsi, sehingga mengganggu kenyamanan serta keamanan aktivitas warga.

Dikutip dari Klikpositif, Jumat (13/2/2026) lampu sorot di sepanjang jalan mulai dari depan Fase I hingga Fase IV, termasuk kawasan depan Blok A, terpantau banyak yang pecah dan tidak aktif.

Para pedagang mengeluhkan kondisi ini sudah berlangsung lama tanpa adanya upaya perawatan dari instansi terkait.

Menanggapi masalah tersebut, terjadi perbedaan pandangan antara dua instansi di lingkungan Pemerintah Kota Padang terkait siapa yang bertanggung jawab melakukan perbaikan.

Baca Juga  25 Beo Mentawai Ditemukan dalam Kardus di Truk, 2 Orang Ditangkap

Plt. Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Junie Nursyamza menyatakan bahwa penerangan di ruas jalan merupakan ranah Dinas Perhubungan (Dishub).

Ia menegaskan pihak Dinas Perdagangan hanya memiliki kewenangan atas fasilitas yang berada di dalam gedung pasar.

“Kalau yang di jalan memang Dishub. Kami di dalam gedung,” ungkap Junie.

Kendati demikian, ia berjanji akan segera berkoordinasi untuk mencari jalan keluar atas kerusakan tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang, Ances Kurniawan membantah bahwa pemeliharaan lampu di kawasan pasar berada di bawah instansinya.

Menurutnya, Dishub hanya bertanggung jawab pada PJU di jalan-jalan protokol seperti Jalan M. Yamin dan Jalan Permindo.

Baca Juga  Bazar Moms BBI Kuranji, Dari Pasar Murah hingga Takjil Gratis

Ances menjelaskan bahwa PJU yang terpasang di tiang PLN saat ini dalam kondisi hidup karena terus dipelihara oleh Dishub.

Sebaliknya, lampu yang berada khusus di kawasan pasar seharusnya dikelola oleh Dinas Perdagangan, mengingat adanya iuran penerangan yang dibayarkan oleh para pedagang.

“Kalau kawasan Pasar, ya Perdagangan. Ya, yang beli dia kok. Harusnya dipelihara. Kan pedagang bayar iuran untuk lampu itu. Kalau kita yang di tiang PLN. Itu hidup semua. Karena kita pelihara. PJU itu yang di tiang PLN,” tegas Ances Kurniawan.

Sementara itu, pedagang sangat berharap lampu segera diperbaiki untuk mendukung keamanan aktivitas pasar saat hari sudah gelap. (*)