BeritaUtama

Proyek Fantastis e-Meterai Peruri Bernilai Rp105 Miliar, Layanannya Dikeluhkan CPNS

×

Proyek Fantastis e-Meterai Peruri Bernilai Rp105 Miliar, Layanannya Dikeluhkan CPNS

Sebarkan artikel ini
Tidak bisa login di meterai-elektronik.com. (Foto: Ingatlah.com)
Tidak bisa login di meterai-elektronik.com. (Foto: Ingatlah.com)

INGATLAH.COM – Server meterai elektronik (e-meterai) milik BUMN Perum Peruri sempat mengalami gangguan yang menyebabkan layanan tersebut tidak bisa diakses.

Peruri menyatakan bahwa hal ini terjadi karena tingginya lonjakan permintaan di situs layanan e-materai menjelang penutupan pendaftaran calon aparatur sipil negara (CASN) 2024.

Namun, alasan ini terasa kurang masuk akal, mengingat nilai proyek pengadaan e-materai yang diterima Peruri sangat besar, mencapai Rp 105,2 miliar.

Meskipun Peruri sudah mengumumkan bahwa layanan e-materai kini dapat diakses kembali, banyak pihak mempertanyakan efektivitas penggunaan anggaran besar yang bersumber dari APBN 2024 tersebut.

Pengadaan Tanpa Lelang

Peruri dalam pernyataan resminya pada 4 September 2024 menjelaskan, “Melihat antusiasme masyarakat yang sangat tinggi dalam beberapa hari terakhir menjelang penutupan pendaftaran CASN, website layanan e-materai mengalami lonjakan pengguna yang mengakibatkan antrean panjang bagi mereka yang ingin mengakses layanan tersebut.”

Pengadaan ini tercatat dengan Kode Paket 9136011 dan dilakukan oleh Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, menggunakan dana APBN seperti dikutip Ingatlah.com dari Narasi.tv.

Baca Juga  Jadwal Pengumuman Hasil Administrasi CPNS 2024 dan Cara Ceknya

Total anggaran yang direalisasikan mencapai Rp 105.208.276.167,00, mencakup sektor UMK dan Produk Dalam Negeri (PDN). Proyek ini dijadwalkan selesai pada 31 Desember 2024.

Berdasarkan informasi di situs LPSE Kemenkeu, pengadaan tersebut dilakukan dengan metode pengecualian, tanpa lelang umum.

Meskipun metode ini diperbolehkan secara hukum, masyarakat tetap berhak mempertanyakan transparansi dan efektivitas penggunaan dana sebesar itu.

Proses pengadaan tanpa lelang sering kali menimbulkan kekhawatiran terkait kurangnya persaingan dan potensi inefisiensi.

Dengan nilai kontrak sebesar Rp 105,2 miliar, publik berharap infrastruktur digital dan layanan yang disediakan berjalan lancar.

Peruri seharusnya bisa mempersiapkan infrastruktur yang lebih kuat, termasuk server yang mampu menangani lonjakan akses pengguna, terutama saat periode pendaftaran CASN.

Hal ini penting karena pendaftaran CASN bukanlah acara yang muncul tiba-tiba, dan setiap tahunnya selalu menarik banyak peserta.

Bisnis E-Materai untuk Pelamar CASN

Kritik juga datang terkait syarat pembelian minimal dua e-materai oleh setiap pelamar CASN, dengan harga Rp 10.000 per meterai.

Baca Juga  Fauzi Bahar: Demonstrasi Boleh, Tapi Jangan Rusak Citra Minangkabau

Artinya, setiap pelamar harus membayar Rp 20.000 hanya untuk meterai, yang menambah beban biaya dalam proses pendaftaran.

Menurut data terbaru dari BKN.go.id per 5 September 2024 pukul 08.00 WIB, jumlah pendaftar CPNS sudah mencapai 2.922.336 orang, dengan 1.011.148 di antaranya telah menyelesaikan proses submit pendaftaran.

Jika setiap pendaftar yang sudah submit diwajibkan membeli dua e-materai seharga Rp 20.000, total pengeluaran kolektif dari mereka yang sudah submit mencapai: 1.011.148 × Rp 20.000 = Rp 20.222.960.000

Hampir Rp 20,23 miliar telah dibebankan kepada pendaftar hanya untuk membeli e-materai.

Angka ini cukup signifikan, terutama ketika layanan e-materai sempat bermasalah, menambah ketidaknyamanan para pelamar.

Situasi ini menimbulkan kesan bahwa negara tidak hanya berperan sebagai penyelenggara seleksi, tetapi juga “berbisnis” dengan warga yang sedang berjuang mendapatkan pekerjaan. (*)