INGATLAH – Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) melakukan terobosan unik dalam meningkatkan kualitas pelayanan personelnya.
Melalui lomba penyelenggaraan jenazah antar-Bhabinkamtibmas sejajaran Polda Sumbar, institusi kepolisian ini menegaskan bahwa tugas pengabdian tidak terbatas hanya kepada warga yang masih hidup, Rabu (11/2/2026) di Polresta Padang.
Wakapolda Sumbar, Brigjen Pol Solihin menyampaikan bahwa acara ini merupakan bentuk apresiasi Kapolda Sumbar terhadap peningkatan kompetensi personel di lapangan.
Wakapolda menegaskan bahwa keterampilan mengurus jenazah merupakan kemampuan krusial bagi anggota Polri, terutama Bhabinkamtibmas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Kalau dikaitkan dengan kegiatan polisi, ini termasuk pelayanan. Pelayanan tidak hanya orang hidup saja, orang meninggal juga harus kita layani. Polisi itu harus siap, Bhabin juga harus siap dan harus bisa. Kalau ada yang meninggal dan tidak ada yang menyelenggarakan, maka kita lah polisi yang menggantikan,” tegas Brigjen Pol Solihin.
Ia juga menambahkan bahwa seluruh proses, mulai dari memandikan, mengafani, hingga memfasilitasi pengantaran jenazah harus dipahami dengan baik oleh personel.
“Ini tidak bisa kita anggap remeh. Saya minta dan juga Pak Kapolda minta bahwa siapapun harus bisa menyelenggarakan jenazah, mulai dari memandikan, mengafankan sampai dikirimkan ke keluarga, kita harus fasilitasi,” tambahnya.
Terobosan yang merupakan kali pertama di lingkungan Polda Sumbar ini terwujud berkat kolaborasi dengan tokoh adat dan tokoh agama di Sumatera Barat.
Pihak Polda berharap kegiatan serupa dapat berlanjut hingga ke tingkat Polsek agar dampaknya merata.
Apresiasi senada datang dari Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar, Fauzi Bahar.
Ia menilai langkah Polda Sumbar sangat relevan dengan nilai-nilai kearifan lokal di Ranah Minang.
“Ini juga merupakan bagian dari kearifan lokal. Kami sangat mengapresiasi lomba yang digelar oleh Polda Sumbar. Berharap ini masuk dalam kurikulum SPN sebagai bagian dari pembelajaran calon-calon polisi. Ini adalah skill dan ilmu yang harus dimiliki oleh polisi,” ujar Fauzi Bahar.
Fauzi berharap inisiatif ini dapat menjadi contoh bagi kepolisian di seluruh wilayah Indonesia sebagai bentuk pelayanan totalitas Polri kepada masyarakat. (*)





