Berita

Rizky Armanda Sabet Anugerah Jurnalistik PWI 2026 Lewat Karya Feature Kemanusiaan

×

Rizky Armanda Sabet Anugerah Jurnalistik PWI 2026 Lewat Karya Feature Kemanusiaan

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Rizky Armanda, wartawan Tribun Pekanbaru berhasil menyabet Anugerah Jurnalistik PWI 2026 pada puncak perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang digelar di Kota Serang, Provinsi Banten, Senin (9/2/2026).

Penghargaan tersebut diraih berkat karya tulis feature berjudul “Jejak Pengabdian di Tanah Duka Palembayan”, yang mengantarkannya keluar sebagai pemenang pada kategori media siber.

Dalam karya tersebut, Rizky mengangkat kisah anggota Polri dari Polda Riau yang tergabung dalam tim misi kemanusiaan untuk membantu penanganan pascabencana banjir bandang dan longsor di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

“Saya turun langsung ke lokasi bencana. Saya mencoba mendeskripsikan kondisi yang benar-benar luluh lantak serta upaya keras anggota Polri dalam mencari korban hilang di tengah lumpur yang dalam, puing bangunan, dan tumpukan kayu besar yang hanyut bersama air,” ujar Rizky.

Ia menjelaskan, proses peliputan efektif berlangsung selama dua hari. Rizky berangkat dari Pekanbaru menuju lokasi bencana pada 1 Desember 2025, melakukan peliputan pada 2 hingga 3 Desember, dan kembali ke Pekanbaru pada 4 Desember 2025.

“Di sana saya melihat, mendengar, dan merasakan langsung bagaimana situasi pascabencana,” ungkapnya.

Selama peliputan, Rizky juga mengalami pengalaman tak terlupakan. Ia sempat mengalami cedera pada bagian kaki akibat situasi lapangan yang berbahaya.

“Saat itu saya terkejut mendengar suara gemuruh yang saya kira longsor susulan. Saya refleks melompat, tapi tumpuan kaki tidak pas dan akhirnya kaki kiri saya terkilir,” tuturnya.

Baca Juga  Bupati Rohil Lirik Kapal Fiberglass Polbeng: Siap Kerja Sama Bangun Armada Maritim Lokal

Akibat cedera tersebut, Rizky kesulitan berjalan di medan berlumpur dan harus dibantu rekan-rekannya. Proses pemulihan pun memakan waktu cukup lama.

“Sekitar dua pekan baru benar-benar pulih dan bisa berjalan normal kembali,” katanya.

Melalui tulisan feature-nya, Rizky berupaya menggambarkan secara detail kondisi lapangan yang sebenarnya, mulai dari kronologi terjadinya banjir bandang dan longsor, proses pencarian korban, hingga penemuan jenazah.

“Banyak orang mungkin hanya mengetahui peristiwa ini secara umum. Padahal, cerita di lapangan jauh lebih mengerikan dari yang dibayangkan,” ujarnya.

Ia juga merekonstruksi peristiwa berdasarkan kesaksian warga selamat serta perjuangan aparat gabungan yang harus menggali lumpur, menghadapi risiko bangunan runtuh, kaki terperosok, dan ancaman bahaya lainnya.

Selain personel, Polda Riau juga menyalurkan berbagai bantuan logistik ke lokasi bencana, mulai dari makanan, selimut, perlengkapan bayi, hingga peralatan pendukung lainnya.

“Termasuk kendaraan water treatment untuk mengolah air bersih, alat berat, peralatan kerja seperti sekop dan cangkul, pengiriman tim trauma healing, serta kendaraan penyedia jaringan internet,” pungkasnya.

Sosok Rizky Armanda

Rizky Armanda lahir di Bangka Belitung pada 19 Juni 1992. Ia merupakan anak bungsu dari empat bersaudara, pasangan almarhum Taufik M. Yatim dan Murni Astra.

Pendidikan dasarnya ditempuh di SDN 1 Pasir Penyu, Indragiri Hulu, dilanjutkan ke SMPN 1 Pasir Penyu dan SMAN 1 Pasir Penyu.

Baca Juga  Begini Cara Kemendikdasmen Bangun Kembali Semangat Belajar Siswa SMAN 1 Tebing Tinggi

Ia kemudian meraih gelar sarjana dari Jurusan Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Riau.

Selain dunia jurnalistik, Rizky juga memiliki hobi bermusik. Ia tergabung dalam sebuah grup band bernama Flock dan telah merilis empat single.

Rizky mulai bergabung sebagai wartawan Tribun Pekanbaru pada 2016. Hampir 10 tahun berkarier, ia dikenal sebagai reporter yang fokus meliput bidang hukum dan kriminal.

Karier jurnalistiknya dimulai dari peliputan di tingkat Polsek di Pekanbaru, kemudian berlanjut ke Polresta, hingga saat ini bertugas meliput di Polda Riau.

Selama menjalani profesi sebagai jurnalis, berbagai dinamika telah ia hadapi.

“Liputan sampai tengah malam atau dini hari sudah sering saya jalani. Termasuk ancaman dan konflik dengan narasumber yang tidak menyukai pemberitaan yang saya tulis,” ungkapnya.

Pada momentum HPN 2026 ini, Rizky mengaku bersyukur atas penghargaan yang diterimanya. Anugerah Jurnalistik PWI 2026 tersebut merupakan hasil kerja sama PWI dengan Mabes Polri.

“Alhamdulillah, saya bersyukur atas pencapaian ini. Penghargaan ini menjadi kehormatan sekaligus tanggung jawab moral bagi saya dalam menjalankan tugas jurnalistik ke depan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran redaksi Tribun Pekanbaru, rekan-rekan sesama wartawan, serta Kapolda Riau beserta jajaran yang telah memberikan dukungan selama proses peliputan. (*)