Pekanbaru

Diserbu Warga di Hari Pertama, Big Bad Wolf Sulap Transmart Pekanbaru Jadi Lautan Buku

×

Diserbu Warga di Hari Pertama, Big Bad Wolf Sulap Transmart Pekanbaru Jadi Lautan Buku

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Pemandangan tak biasa terlihat di Transmart Pekanbaru pada hari pertama kehadiran bazar buku internasional Big Bad Wolf (BBW), Senin (2/2/2026).

Sejak pagi, ribuan warga tampak memadati area pameran, menyusuri lorong-lorong buku yang dipenuhi judul dari berbagai genre dan bahasa.

Keramaian ini menjadi penanda kuat antusiasme masyarakat terhadap literasi. Anak-anak, remaja, hingga orang tua terlihat asyik memilih buku, membaca sekilas isinya, bahkan berdiskusi sebelum memasukkan buku ke dalam keranjang belanja.

Kehadiran Big Bad Wolf di Pekanbaru pada awal 2026 ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat budaya membaca di tengah masyarakat.

Dengan menghadirkan jutaan buku berkualitas, BBW membuka akses yang lebih luas terhadap bahan bacaan, khususnya buku berbahasa Inggris, dengan harga terjangkau.

Country Director Big Bad Wolf Books Indonesia, Marthius Wandi Budianto, mengatakan bahwa persoalan literasi di Indonesia sejatinya bukan disebabkan rendahnya minat baca, melainkan terbatasnya akses terhadap buku.

Baca Juga  Perkuat Lini Belakang, PSPS Pekanbaru Resmi Datangkan Alfin Tuasalamony

“Banyak masyarakat sebenarnya ingin membaca, tetapi terkendala akses dan harga buku yang relatif mahal. Melalui Big Bad Wolf, kami ingin menjembatani kebutuhan itu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, minimnya jumlah toko buku di sejumlah daerah turut menjadi tantangan dalam menumbuhkan budaya membaca.

Karena itu, BBW hadir sebagai alternatif dengan membawa buku langsung ke tengah masyarakat.

Pemilihan Pekanbaru sebagai kota tujuan BBW, lanjut Wandi, didasarkan pada riset dan pertimbangan strategis.

Pertumbuhan ekonomi daerah, perkembangan sektor pendidikan, serta kuatnya peran keluarga muda menjadi faktor utama.

“Kota dengan dinamika ekonomi yang baik dan banyak keluarga muda memiliki potensi besar untuk menumbuhkan kebiasaan membaca sejak dini,” jelasnya.

Tidak hanya menyasar pelajar dan mahasiswa, BBW menargetkan seluruh lapisan masyarakat, khususnya keluarga muda.

Baca Juga  Polsek Rumbai Barat Aktif Sambangi Kebun Warga, Dorong Ketahanan Pangan Nasional

Orang tua didorong untuk menjadikan buku sebagai pilihan aktivitas positif bagi anak di tengah masifnya penggunaan gawai.

“Kami ingin orang tua datang bersama anak-anak, memilih buku bersama, lalu menjadikan membaca sebagai aktivitas menyenangkan di rumah,” katanya.

Di Pekanbaru, Big Bad Wolf menghadirkan lebih dari 2,5 juta eksemplar buku dari berbagai genre, mulai dari buku anak, fiksi, nonfiksi, hingga pengembangan diri.

Di balik nama Big Bad Wolf, tersimpan misi sosial yang kuat.

Berangkat dari pengalaman salah satu pendirinya yang mengalami disleksia, BBW berkembang menjadi gerakan global yang berfokus pada pemerataan akses buku dan peningkatan literasi dunia.

Melalui kehadiran Big Bad Wolf di Pekanbaru, masyarakat diharapkan semakin dekat dengan buku, serta budaya membaca dapat tumbuh sebagai bagian dari gaya hidup, khususnya di kalangan generasi muda dan keluarga.