INGATLAH – Menjelang laga perdana putaran kedua Liga 1 melawan Bali United, pelatih kepala Semen Padang FC (SPFC), Dejan Antonic memberikan penekanan khusus pada mentalitas anak asuhnya.
Meskipun tim melakukan perombakan dan mendatangkan pemain baru, Dejan menegaskan bahwa faktor utama kebangkitan tim adalah kolektivitas dan kerja keras.
Semen Padang FC dijadwalkan menantang tuan rumah Bali United di Stadion I Wayan Dipta, Sabtu (24/1/2026).
Menghadapi laga krusial ini, Dejan mengakui bahwa perubahan komposisi pemain diambil sebagai langkah evaluasi atas performa di putaran pertama.
“Kita coba lihat dan analisa putaran pertama, kita tidak terlalu bagus. Semua keputusan harus berubah dan kita membawa pemain baru. Harapannya kita punya semangat besar dan kerja keras,” ujar Dejan Antonic dalam sesi konferensi pers, Jumat (23/1/2026).
Namun, pelatih asal Serbia tersebut mengingatkan bahwa kehadiran nama-nama baru bukanlah jaminan instan.
“Tapi tim yang kuat bukan karena pemain baru, melainkan kerja sama, kerja keras, dan bagaimana kita mendapatkan poin yang cukup untuk bertahan di Liga 1 musim ini,” jelasnya.
Terkait kesiapan skuad, Dejan menyampaikan bahwa tim sudah berada di Bali sejak Rabu untuk proses adaptasi.
Mengenai kondisi Maicon, ia berharap administrasi dan kebugaran sang pemain bisa segera tuntas agar dapat diturunkan.
Dejan juga memberikan apresiasi terhadap Bali United yang dinilainya sebagai tim besar dengan infrastruktur mumpuni. Meski demikian, hal itu tidak menyurutkan nyali skuad Kabau Sirah.
“Bali United punya tradisi bagus dan fasilitas yang menjadi contoh untuk sepak bola Indonesia. Tapi kita harus fight melawan siapa pun dan mencari kesempatan untuk mencuri poin,” tambah Dejan.
Senada dengan pelatih, pemain Semen Padang FC, Boubakary Diarra, menyatakan kesiapannya untuk berjuang meraih poin di markas lawan.
“Besok pertandingan berat melawan Bali United, tapi saya pikir Semen Padang FC punya kesempatan meraih poin di sini. Kita harus fokus, konsentrasi, berpikir positif, dan saya percaya besok kita bisa menampilkan pertandingan yang bagus,” kata Diarra.
Menariknya, laga ini akan menjadi ajang reuni sekaligus rivalitas bagi Diarra dengan bek Bali United, Ferrari. Keduanya pernah bermain bersama saat di PSIS Semarang.
“Ferrari adalah teman saya. Saya pikir dia pemain yang bagus, tapi besok selama 90 menit dia adalah lawan saya di lapangan,” pungkas Diarra. (*)





