INGATLAH – Gilang Pratama, siswa SMKN 2 Padang Panjang, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan By Pass Bukit Surungan–Kacang Kayu, tepatnya di depan Mochi Cafe, Senin (19/1/2026) pagi.
Korban diduga kehilangan kendali setelah sepeda motor yang dikendarainya melindas jalan berlubang saat hendak berangkat ke sekolah.
Kasat Lantas Polres Padang Panjang AKP Pifzen Finot mengatakan, korban mengendarai sepeda motor Yamaha Mio dengan nomor polisi BA 6799 CS dari arah Bukit Surungan menuju Simpang Tanjung.
“Setibanya di lokasi kejadian, sepeda motor korban melindas lubang di jalan sehingga hilang kendali dan terjatuh ke arah depan,” kata Finot.
Akibat insiden tersebut, tubuh korban terpental ke arah ban depan sebuah minibus Suzuki Ertiga bernomor polisi BA 1685 NP yang dikemudikan Djoko Prasetyo dan berada di depannya.
Gilang mengalami luka berat dan dinyatakan meninggal dunia setelah dibawa ke RSUD Padang Panjang.
Finot menegaskan, meskipun kecelakaan dipicu oleh kondisi jalan berlubang, pihak kepolisian tetap mengamankan kendaraan minibus beserta pengemudinya untuk keperluan pemeriksaan.
“Kendaraan dan pengemudi tetap kami amankan di Polres untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” ujarnya.
Peristiwa kecelakaan tersebut sempat menjadi perhatian publik setelah rekaman kamera pengawas (CCTV) di Mochi Cafe beredar luas di media sosial, khususnya Facebook. Dalam rekaman itu, sejumlah warganet menduga sepeda motor korban ditabrak oleh mobil yang melaju di belakangnya.
Namun, dugaan tersebut dibantah oleh keterangan resmi kepolisian.
Rekaman CCTV juga memicu reaksi keras dari warganet terkait sikap pengemudi dan penumpang minibus Ertiga.
Meski kendaraan sempat berhenti dan seorang penumpang perempuan turun, mereka disebut tidak memberikan pertolongan kepada korban.
Selain itu, sejumlah pengguna jalan dan warga yang melintas di lokasi kejadian juga dinilai lambat memberikan bantuan.
“Dari CCTV terlihat banyak orang lewat, tetapi tidak segera menolong korban. Padahal jarak ke RSUD Padang Panjang cukup dekat,” tulis Rita, salah seorang warganet.





