INGATLAH.COM – Bayi laki – laki yang ditelantarkan dan ditemukan warga di Jalan Rajawali, Kecamatan Binawidya diperkirakan baru berusia sekitar 20 hari.
Hal itu diungkapkan Kanit Reskrim Polsek Binawidya, Iptu Santo Morlando saat dikonfirmasi ingatlah.com
“Penemuannya Sabtu (17/1/2026) pagi. Usianya diperkirakan sekitar 20 hari,” katanya.
Sebelumnya, ingatlah.com memberitakan penemuan bayi malang itu sontak menggegerkan warga sekitar dan mengundang rasa haru serta keprihatinan.
Iptu Santo Morlando menyampaikan bahwa bayi ditemukan warga sekitar pukul 06.30 WIB dalam kondisi terbalut kain.
“Bayi berjenis kelamin laki-laki, ditemukan di depan rumah warga dalam kondisi terbalut kain,” ujar Iptu Santo.
Ia menjelaskan, saat ditemukan kondisi bayi dalam keadaan sehat.
Di lokasi penemuan, polisi dan warga juga menemukan sebuah kardus berisi popok serta botol susu yang diduga sengaja ditinggalkan bersama bayi tersebut.
“Saat ditemukan, bayi dalam kondisi sehat. Bersama bayi juga ditemukan popok dan susu botol,” jelasnya.
Menindaklanjuti laporan masyarakat, pihak kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian untuk mengevakuasi bayi malang tersebut.
Demi memastikan kondisi kesehatannya, bayi segera dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis awal.
“Langkah pertama kami adalah menyelamatkan bayi dan melakukan observasi. Saat ini bayi sudah berada di rumah sakit dalam pengawasan tenaga medis,” ungkap Iptu Santo.
Lebih lanjut, pihak kepolisian kini tengah melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas orang tua bayi serta motif di balik penelantaran tersebut.
“Kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui siapa orang tua bayi ini dan bagaimana hingga bisa ditelantarkan,” tegasnya.
Iptu Santo menambahkan, bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh warga setempat sebelum akhirnya dilaporkan ke pihak kepolisian.
Setelah menerima laporan, petugas segera turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi.
Kasus ini menambah daftar panjang penemuan bayi terlantar di Kota Pekanbaru.
Sepanjang tahun 2025 lalu, peristiwa serupa tercatat beberapa kali terjadi, khususnya di wilayah Kecamatan Bukit Raya.
Kondisi ini menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya kepedulian, perlindungan, serta tanggung jawab bersama terhadap anak sebagai generasi penerus bangsa. (*)





