INGATLAH – Di balik fenomena geologi yang menyelimuti kawasan Situjuah, warga Nagari Situjuah Tungkar, Kabupaten Limapuluh Kota, memiliki cara unik untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
Mereka memanfaatkan aliran air bawah tanah melalui sumur gali untuk keperluan rumah tangga hingga fasilitas ibadah.
Lokasi sumur-sumur ini berada tak jauh dari titik ditemukannya lubang amblas atau sinkhole yang sempat viral di Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua.
Putra Haryanto, salah seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat tiga titik sumur yang mengandalkan aliran bawah tanah tersebut.
Dari jumlah itu, dua unit dikelola warga dan satu unit difokuskan untuk memenuhi kebutuhan masjid.
“Airnya tetap ada, cuma saat kemarau debitnya berkurang,” jelas Putra dikutip Padek.jawapos, Selasa (13/1/2026).
Meskipun keberadaan sungai bawah tanah ini sudah menjadi pengetahuan umum bagi masyarakat yang bermukim di sana, hingga kini belum ada penelitian ilmiah resmi yang memetakan potensi geologi tersebut secara mendalam.
Sejarah penemuan aliran ini diceritakan oleh pemilik sumur, Tita Darwis. Sumur miliknya mulai digali pada tahun 2002.
Namun, saat mencapai kedalaman lima meter, peristiwa mengejutkan terjadi ketika tanah tiba-tiba terban dan membentuk ruang sedalam dua meter.
“Kami sempat khawatir ada gas, tapi setelah diuji dengan kertas yang dibakar, api tidak mau menyala,” ujar Tita mengenai kekhawatiran pihak keluarga saat itu.
Guna memastikan karakteristik lubang tersebut, pihak keluarga sempat memasukkan kayu untuk melacak arah arus dan menemukan bahwa air mengalir menuju arah masjid.
Sejak saat itu, sumur tetap kokoh dan digunakan hingga saat ini tanpa mengalami kerusakan struktur.
Secara fisik, air yang dihasilkan dari aliran bawah tanah ini terlihat jernih dan layak pakai.
Namun, Tita menambahkan bahwa berdasarkan uji laboratorium mandiri yang dilakukan anaknya, ditemukan fakta teknis mengenai kualitas air tersebut.
“Tingkat keasaman (pH) air di bawah standar ideal, meski secara visual air terlihat jernih dan layak digunakan untuk konsumsi sehari-hari,” tambah Tita. (*)





