Berita

Hutama Karya Percepat Pemulihan Infrastruktur Pascabencana di Sumatera Barat

×

Hutama Karya Percepat Pemulihan Infrastruktur Pascabencana di Sumatera Barat

Sebarkan artikel ini
Hutama Karya penanganaan wilayah yang terdampak banjir di Sumatera Barat. (Foto: Hutama Karya)

INGATLAH – PT Hutama Karya (Persero) menjalankan mandat dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk mengakselerasi pemulihan infrastruktur di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) pascabencana banjir dan tanah longsor.

Langkah tanggap darurat ini difokuskan pada pengoperasian kembali layanan dasar serta akses transportasi yang sempat terputus.

Penanganan terpadu ini mencakup lima wilayah terdampak, yakni Malalak, Lembah Anai, Kota Padang, Kabupaten Agam, dan Kabupaten Pesisir Selatan.

Guna menjamin kecepatan dan keamanan proses evakuasi material, Hutama Karya telah menerjunkan 163 personel, mulai dari tim manajemen, operator alat berat, hingga tenaga pendukung.

Di jalur krusial Lembah Anai yang menghubungkan Padang dan Bukittinggi, petugas melakukan normalisasi jalan sepanjang 5,8 km, dengan fokus penanganan efektif pada area sepanjang 800 meter.

Melalui laporan resmi dari Hutama Karya, saat ini, jalur tersebut sudah bisa digunakan secara terbatas untuk mobilitas masyarakat.

Baca Juga  PJKIP Sumbar Dukung Asta Cita Prabowo, Siap Kawal Keterbukaan Informasi Publik

Selain itu, perbaikan dilakukan pada rute alternatif Sicincin – Malalak – Balingka. Di jalur sepanjang 39 km ini, tim menangani sembilan titik longsor dengan melakukan pembersihan puing, pembangunan jembatan darurat akibat terjangan galodo, hingga pembuatan akses kendaraan.

Hingga kini, pekerjaan di lapangan telah berhasil menyambungkan kembali akses menuju dua desa di wilayah Malalak.

Normalisasi Pasokan Air Bersih

Kementerian PU dan Hutama Karya juga memprioritaskan ketersediaan air bersih bagi warga terdampak. Upaya perbaikan dilakukan pada Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di beberapa titik:

  1. Kota Padang: Penanganan di Intake Palukahan dan Intake Guo Kuranji.
  2. Kabupaten Agam: Perbaikan Intake Silasuang, Broncaptering Silayang, dan IPA Lubuk Basung.
  3. Pesisir Selatan: Rehabilitasi delapan lokasi Pamsimas dengan penyambungan pipa sepanjang 16 km.
Baca Juga  Perbaikan Hunian Warga Jadi Prioritas, 2.500 Rumah Kumuh di Dharmasraya Diusulkan Direhabilitasi

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah menegaskan bahwa koordinasi lapangan yang kuat menjadi kunci dalam penanganan ini.

“Sejak awal, Hutama Karya menjadi bagian dari kesigapan Kementerian PU yang berfokus pada langkah-langkah prioritas agar akses infrastruktur dan layanan dasar masyarakat dapat segera dipulihkan. Seluruh tim di lapangan bekerja secara terkoordinasi untuk memastikan penanganan berjalan efektif dan aman,” ujar Mardiansyah.

Ia menambahkan bahwa selain perbaikan jalan, pemasangan pipa dan penyusunan jumbo bag sebagai mercu sementara terus dikebut agar aktivitas ekonomi serta distribusi logistik warga Sumbar dapat segera kembali normal.

“Melalui penanganan tanggap darurat ini, Hutama Karya berupaya memastikan akses jalan dan air bersih kembali berfungsi, layanan air bersih tetap terjaga, serta aktivitas masyarakat dapat berangsur pulih,” pungkas Mardiansyah. (*)