Berita

Revitalisasi Taman Rimbo Kaluang Padang sebagai Ruang Publik Ramah Keluarga

×

Revitalisasi Taman Rimbo Kaluang Padang sebagai Ruang Publik Ramah Keluarga

Sebarkan artikel ini
Suasana Taman Rimbo Kaluang Padang di malam hari. (Foto: Diskominfo Padang)

INGATLAH – Kota Padang kini memiliki destinasi ruang publik yang lebih menonjol dan estetis yaitu Taman Rimbo Kaluang.

Taman yang berlokasi di kawasan Padang Baru, tepatnya di Jalan Raden Saleh, telah selesai ditata ulang sehingga tampil lebih eye catching bagi para pengunjung.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang, Fadelan Fitra Masta menyatakan bahwa transformasi taman ini memang sengaja dilakukan untuk menciptakan area yang nyaman bagi masyarakat.

“Taman Rimbo Kaluang memang dirancang sebagai ruang publik yang hidup dan ramah bagi keluarga serta anak muda,” ujar Fadelan, Rabu (7/1).

Setelah sempat terabaikan, taman ini mendapatkan polesan besar-besaran melalui revitalisasi pada tahun 2025.

Baca Juga  Kepala Balai KSDA Sumbar Turun Langsung Pimpin Penangkapan Pelaku Perdagangan Satwa Dilindungi di Padang

Kini, fasilitas yang tersedia jauh lebih lengkap dan modern. Untuk keamanan anak-anak, area bermain telah dilengkapi dengan lapisan EPDM, yaitu material lembut dengan standar keamanan internasional.

Fasilitas lain yang dapat dinikmati pengunjung meliputi:

  • Wahana bermain seperti ayunan dan perosotan.
  • Taman bunga hias yang mempercantik suasana.
  • Sarana gym outdoor dan jalur jalan santai (jogging track).
  • Area duduk serta ruang terbuka untuk berkumpul.
  • Menjaga Jejak Sejarah Kota

Selain sebagai tempat rekreasi, Taman Rimbo Kaluang merupakan situs bersejarah yang penting bagi warga Padang.

Dahulunya, kawasan ini adalah hutan lebat (rimba) tempat bermukimnya kelelawar (kaluang).

Baca Juga  Silaing Dihantam Galodo, Akses Padang-Padang Panjang Putus Total

Seiring waktu, lahan ini berkembang dari pembangunan jalan tahun 1954, menjadi arena pacuan kuda, hingga kini menjadi taman ikonik yang menjadi lokasi Monumen Pertempuran Pertama 1946.

Monumen tersebut dibangun untuk memperingati peristiwa serangan terhadap markas Sekutu pada masa perjuangan kolonial.

Fadelan menegaskan bahwa pemugaran taman ini tidak akan menghilangkan nilai historis tersebut.

“Kawasan ini menyimpan sejarah sebagai salah satu pinggiran kota dan pusat perjuangan rakyat Kota Padang pada masa kolonial. Kini, jejak sejarah itu dirawat dalam suasana baru, ruang rekreasi modern yang tetap menghormati masa lalu,” tambah Fadelan. (*)