Pekanbaru

PMI Asal Lombok Timur Meninggal Mendadak Usai Dideportasi, BP3MI Pastikan Pemulangan Jenazah

×

PMI Asal Lombok Timur Meninggal Mendadak Usai Dideportasi, BP3MI Pastikan Pemulangan Jenazah

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Perjalanan pulang ke Tanah Air berakhir duka bagi Muhanip Bin Radi, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Ia meninggal dunia di Kota Dumai, Riau, Sabtu (3/12/2025) malam, hanya beberapa jam setelah dideportasi dari Malaysia.

Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Riau, Fanny Wahyu, membenarkan kabar tersebut.

Ia menjelaskan, Muhanip merupakan satu dari 19 PMI bermasalah yang dipulangkan oleh Pemerintah Malaysia melalui Pelabuhan Dumai pada hari yang sama.

“Setibanya di penampungan sementara, kondisi almarhum terpantau baik dan tidak menunjukkan tanda-tanda sakit. Bahkan sempat beraktivitas seperti biasa bersama PMI lainnya,” ujar Fanny.

Fanny menambahkan, situasi berubah mendadak. Muhanip tiba-tiba kehilangan kesadaran setelah selesai mandi dan duduk bersama rekan-rekannya.

Baca Juga  Tak Ada Ruang Tergelincir, PSPS Pekanbaru Wajib Taklukkan Persikad Depok di Kandang

“Almarhum baru selesai mandi dan duduk santai. Tiba-tiba beliau tidak sadarkan diri dan tidak merespons. Petugas langsung memberikan pertolongan pertama sebelum mengevakuasi ke RS Awal Bros Dumai,” jelasnya.

Sesampainya di rumah sakit, tim medis segera melakukan penanganan darurat. Namun, nyawa Muhanip tidak berhasil diselamatkan.

“Pihak RS Awal Bros Dumai menyatakan almarhum meninggal dunia sekitar pukul 20.20 WIB,” tambah Fanny.

Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah Muhanip dipindahkan ke RSUD Dumai dan disimpan di ruang pendingin sambil menunggu proses administrasi pemulangan ke daerah asal.

BP3MI Riau saat ini telah berkoordinasi dengan BP3MI Nusa Tenggara Barat untuk memastikan keluarga almarhum mendapatkan informasi lengkap, termasuk kronologi kejadian dan rencana pemulangan jenazah.

Baca Juga  Sinergi Polda, Kejati, dan TNI Diperkuat Demi Stabilitas dan Keadilan

“Kami sudah berkomunikasi dengan BP3MI NTB untuk penelusuran alamat keluarga almarhum. Seluruh proses pemulangan akan kami kawal hingga jenazah tiba di rumah duka,” tegas Fanny.

Atas kejadian tersebut, BP3MI Riau menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ucap Fanny.

Hingga saat ini, BP3MI masih menunggu kelengkapan administrasi pemulangan jenazah yang diperkirakan memakan waktu maksimal tiga hari.