INGATLAH – Seringkali kecelakaan lalu lintas dipicu oleh miskomunikasi antar-pengendara, seperti penggunaan lampu sein yang keliru atau berpindah lajur secara mendadak.
Menanggapi fenomena tersebut, tim Safety Riding PT Hayati Pratama Mandiri (Honda Hayati) menggelar edukasi khusus bertema Kode Jalan: Bahasa yang Semua Pengendara Harus Pahami.
Instruktur Safety Riding Honda Hayati, Benarivo De Frize mengungkapkan bahwa penguasaan bahasa jalan melalui komunikasi nonverbal adalah aspek krusial yang sering diabaikan.
Keselamatan bukan hanya soal kemahiran memacu kendaraan, melainkan juga kemampuan memberi sinyal yang akurat kepada pengguna jalan lain.
Benarivo menjelaskan bahwa lampu isyarat, gerakan tangan, hingga posisi tubuh merupakan instrumen komunikasi agar sesama pengendara bisa saling memahami tanpa mengganggu fokus berkendara.
“Keselamatan dimulai dari saling menghargai. Kalau di jalan kamu tidak bicara, biarkan sinyal motormu yang berbicara,” tegas Benarivo saat memberikan materi edukasi.
Ia menambahkan, penggunaan lampu sein setidaknya beberapa detik sebelum berbelok memberikan waktu bagi pengendara di belakang untuk bereaksi dengan aman.
Jika dalam kondisi darurat lampu sein tidak berfungsi, isyarat tangan dan penempatan posisi badan yang tepat bisa menjadi solusi sementara untuk memberi tanda kepada orang lain.
Lebih dari sekadar urusan teknis, edukasi ini juga menyoroti pentingnya perilaku santun. Memberi ruang bagi pengendara lain yang ingin menyalip dan tidak terburu-buru merupakan bentuk komunikasi positif yang mampu meminimalisir gesekan di jalan raya.
Melalui inisiatif ini, Honda Hayati terus berkomitmen membangun budaya tertib lalu lintas di Sumatera Barat (Sumbar).
Dengan memahami kode-kode jalan secara benar, diharapkan tercipta lingkungan berkendara yang lebih aman, harmonis, dan saling menghormati bagi semua lapisan masyarakat. (*)





