UtamaRiau

Tol Pekanbaru – Dumai Bergelombang, Pengendara Dihantui Rasa Waswas

×

Tol Pekanbaru – Dumai Bergelombang, Pengendara Dihantui Rasa Waswas

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Perasaan waswas akhir-akhir ini kerap menyertai perjalanan saat melintasi Jalan Tol Pekanbaru – Dumai (Permai) di Provinsi Riau.

Alih-alih memberi rasa aman dan nyaman, kondisi permukaan jalan yang bergelombang di banyak titik justru memunculkan kekhawatiran akan keselamatan pengguna.

Jalan tol sepanjang sekitar 131,48 kilometer ini merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Trans-Sumatra yang memegang peran vital dalam mempercepat mobilitas masyarakat serta distribusi barang dan jasa di Riau dan wilayah sekitarnya.

Beberapa hari lalu, ingatlah.com melintasi Jalan Tol Pekanbaru – Dumai dalam perjalanan dari Kota Dumai ke Pekanbaru.

Demi efisiensi waktu tempuh, ruas tol ini menjadi pilihan utama.

Secara kasat mata, tol tersebut tampak megah dengan sarana dan prasarana yang relatif lengkap.

Mulai dari rambu lalu lintas hingga rest area yang luas dan representatif, sehingga membantu mengurangi kelelahan pengendara selama perjalanan jarak jauh.

Jalan Tol Pekanbaru – Dumai diketahui telah dioperasikan secara penuh dan diresmikan pada 25 September 2020.

Baca Juga  Tiga ASN di Sumbar Terekam Main Kartu UNO di Kantor, Ini Penjelasan Plt Kadis

Dengan usia hampir lima tahun, tol ini menjadi salah satu tulang punggung konektivitas wilayah Sumatra.

Namun, di balik kemegahan tersebut, tersimpan sejumlah catatan penting.

Saat melintas, baik dari arah Pekanbaru menuju Dumai maupun sebaliknya, pengendara dapat merasakan cukup banyak titik jalan yang bergelombang, miring, serta ketidaknyamanan pada beberapa sambungan jembatan.

Kondisi ini terasa jelas bahkan saat cuaca cerah di siang hari.

Meski di beberapa lokasi tampak aktivitas perbaikan, secara keseluruhan kenyamanan berkendara masih dinilai belum optimal.

Pada kecepatan tinggi, permukaan jalan yang tidak rata berpotensi membahayakan keselamatan, terutama bagi pengendara yang kurang fokus atau belum mengenal karakteristik ruas tol tersebut.

Jalan bergelombang dan permukaan yang tidak stabil diketahui dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Karena itu, pengelola jalan tol dinilai perlu melakukan perbaikan secara menyeluruh dan berkelanjutan, bukan sekadar penanganan sementara, guna menjamin keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

Sebagai salah satu ruas tol vital di Sumatra, Jalan Tol Pekanbaru – Dumai diharapkan tidak hanya mengedepankan aspek kecepatan dan konektivitas, tetapi juga kualitas infrastruktur serta standar keselamatan yang optimal bagi seluruh pengguna.

Baca Juga  Begini Indahnya Iduladha 1447 H di Polres Inhu

Keluhan serupa juga disampaikan oleh pengguna jalan. Wino (48), salah seorang pengendara Tol Pekanbaru – Dumai, mengaku cukup terganggu dengan kondisi jalan yang bergelombang di sejumlah titik.

“Lumayan banyak gelombang. Kalau tidak hati-hati berkendara, bisa celaka,” ujar Wino saat ditemui di Pekanbaru, Kamis (25/12/2025).

Ia berharap pengelola jalan tol lebih serius memperhatikan kualitas permukaan jalan, terlebih volume kendaraan meningkat signifikan selama masa libur Natal dan Tahun Baru.

“Harapan kami jalan yang bergelombang itu segera diperbaiki dan diratakan. Ini jalan berbayar, tarifnya juga tidak murah. Jangan hanya mengejar keuntungan, tapi kualitas dan keselamatan harus benar-benar diperhatikan,” tegasnya.

Terpisah, warga Riau lainnya Idon mengungkapkan ke prihatinannya terkait kondisi tersebut.

“Tarif tol mahal, tapi kualitas jalan tak diperhatikan Tolong kepada pihak pengelola tol memperbaiki jalan bergelombang sebelum jatuh korban,” pungkasnya.