Berita

Macet Parah di Pangkalan, Jalur Sumbar-Riau di Mangilang Nyaris Lumpuh

×

Macet Parah di Pangkalan, Jalur Sumbar-Riau di Mangilang Nyaris Lumpuh

Sebarkan artikel ini

INGATLAH – Kemacetan hebat melanda jalur utama yang menghubungkan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dengan Riau, Kamis (25/12).

Titik mati pergerakan kendaraan dilaporkan terjadi di Nagari Mangilang, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota, yang mengakibatkan aktivitas transportasi antarprovinsi lumpuh total.

Hingga sore hari menurut pantauan Ingatlah.com, antrean kendaraan terpantau mengular hingga radius empat kilometer.

Kemacetan ini didominasi oleh bus antarkota, truk logistik, serta kendaraan pribadi yang tengah memanfaatkan momen libur akhir tahun.

Kondisi di lapangan diperparah oleh perilaku tidak tertib sejumlah pengemudi.

Akibat tidak sabar menunggu antrean, banyak pengendara nekat mengambil jalur berlawanan (contraflow ilegal), yang justru mengunci arus lalu lintas dari kedua arah.

Baca Juga  Hari Ibu, Menghargai Kasih dan Perjuangan Tanpa Batas

Seorang pengguna jalan yang terjebak di lokasi mengungkapkan rasa frustrasinya karena kendaraan hampir tidak bergerak selama lebih dari satu jam.

“Sudah hampir satu setengah jam kami di sini, kendaraan nyaris tidak bergerak. Banyak yang menerobos dari arah berlawanan, jadi makin macet,” keluh Rudi salah seorang pengendara di tengah antrean panjang.

Mirisnya, hingga berita ini dilaporkan, belum tampak adanya personel kepolisian d maupun petugas dari Dinas Perhubungan di sepanjang kemacetan.

“Petugas ada, tapi semuanya dekat titik perbaikan jalan yang telah perbaikan,” jelas salah seorang warga.

Baca Juga  Remaja 17 Tahun Hanyut di Sungai Siak Saat Berenang, Tim SAR Lakukan Pencarian

Absennya petugas di lapangan sepanjang kemacetan menjadi penyebab utama para pengendara berani melakukan aksi saling serobot yang kian memperkeruh suasana.

Mengingat jalur Nagari Mangilang merupakan urat nadi vital bagi distribusi logistik dan mobilitas masyarakat di Sumatera, kemacetan ini dikhawatirkan akan berdampak pada keterlambatan pengiriman barang kebutuhan pokok.

Para pengguna jalan sangat mengharapkan kehadiran pihak berwenang untuk segera mengurai benang kusut lalu lintas ini.

Masyarakat juga diimbau untuk tetap disiplin di jalurnya masing-masing dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperpanjang durasi kemacetan. (*)