INGATLAH – Kondisi sektor pertanian di Sumatera Barat (Sumbar) pascabencana alam kian mengkhawatirkan.
Anggota Komisi IV DPR RI, Rahmat Saleh, menyuarakan jeritan hati para petani yang kini kehilangan mata pencaharian akibat lahan sawah mereka terkubur material longsor dan lumpur.
Politisi ini menekankan bahwa pemulihan infrastruktur jalan dan jembatan memang penting, namun keselamatan ekonomi para petani tidak boleh dikesampingkan dalam agenda prioritas nasional.
Melalui pernyataan resminya, Rahmat menggambarkan kerusakan masif yang terjadi di lapangan. Ratusan ribu hektare lahan produktif kini tidak bisa digarap karena rusaknya jaringan irigasi yang tertimbun material bencana.
“Hati saya terenyuh melihat hamparan sawah yang kini tertutup lumpur. Bagi saudara-saudara kita, sawah bukan sekadar lahan, tapi tumpuan hidup keluarga,” ujar Rahmat dengan nada prihatin dalam unggahan media sosialnya, Rabu (24/12).
Ia menambahkan bahwa kondisi ini merupakan ancaman nyata bagi ketahanan pangan daerah. Rahmat meminta Presiden dan kementerian terkait untuk segera menyusun skema bantuan pengganti pekerjaan bagi petani yang lahannya rusak total.
Kawal Anggaran Bencana Rp60 Triliun
Rahmat Saleh juga menyoroti ketersediaan dana darurat di level pusat. Ia menyebutkan bahwa Kementerian Keuangan telah mengalokasikan dana jumbo sebesar Rp60 triliun untuk penanggulangan bencana nasional. Ia berjanji akan mengawal agar anggaran tersebut benar-benar mendarat di kantong para petani dalam bentuk subsidi atau bantuan tunai.
“Kita dorong program subsidi dan solusi pekerjaan alternatif selama masa pemulihan ini. Selain pembangunan infrastruktur, prioritas kita adalah bagaimana para petani bisa kembali berdaya,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Rahmat mengajak seluruh pihak untuk bersinergi. Ia optimistis dengan koordinasi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah, serta dukungan anggaran yang tepat sasaran, sektor pertanian Sumatera Barat bisa segera bangkit.
“Mudah-mudahan, insya Allah, anggaran ini menyasar program-program yang menjadi perhatian kita bersama. Dengan sinergi pemerintah pusat dan daerah, Sumatera Barat akan segera pulih,” tutup Rahmat. (*)





