INGATLAH – Menjelang satu abad berdirinya ikon paling ikonik di Sumatera Barat (Sumbar), Pemerintah Kota Bukittinggi resmi meluncurkan name sign “Satu Abad Jam Gadang”.
Peresmian ini dilakukan langsung oleh Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias bertepatan dengan perayaan Hari Jadi Kota (HJK) Bukittinggi ke-241 di area pedestrian Jam Gadang, Senin (22/12).
Peluncuran papan nama tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan simbol dimulainya hitung mundur menuju peringatan 100 tahun menara jam tersebut pada 20 Juni 2026 mendatang.
Sebagai informasi, Jam Gadang mulai dibangun pada tahun 1926 dan hingga kini tetap berdiri megah sebagai saksi bisu perjalanan sejarah bangsa.
Wali Kota Ramlan Nurmatias menegaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan kalender kegiatan yang padat dan edukatif untuk menyongsong seabad usia Jam Gadang.
Agenda tersebut dirancang untuk memperkuat literasi sejarah bagi generasi muda sekaligus menarik kunjungan wisatawan.
“Dalam rangka menyambut satu abad Jam Gadang, Pemerintah Kota Bukittinggi akan menggelar berbagai kegiatan, mulai dari seni dan budaya, seminar ilmu pengetahuan, hingga penggalian sejarah Jam Gadang. Seluruh rangkaian kegiatan ini direncanakan melibatkan partisipasi masyarakat,” ujar Ramlan Nurmatias.
Meskipun dibangun pada era kolonial Belanda, Jam Gadang telah bertransformasi menjadi identitas kultural yang tak terpisahkan dari masyarakat Minangkabau.
Ketangguhan bangunannya yang masih kokoh meski telah melewati berbagai peristiwa alam dan zaman, menjadi inspirasi utama bagi pembangunan kota.
Ramlan menambahkan bahwa keberadaan Jam Gadang merupakan warisan yang harus dijaga bersama, bukan hanya fisiknya, melainkan juga nilai sejarah yang terkandung di dalamnya sebagai simbol perjalanan panjang Kota Wisata ini. (*)





