INGATLAH – Harapan warga Kota Padang untuk kembali menikmati akses air bersih mulai menemui titik terang.
Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, memberikan jaminan bahwa proses pemulihan infrastruktur di Intake Palukahan, Lubuk Minturun, kini tengah dikebut dan ditargetkan segera beroperasi kembali dalam pekan ini.
Zigo memproyeksikan aliran air baku dari sumber menuju Instalasi Pengolahan Air (IPA) Palukahan sudah mulai mengalir pada Rabu (24/12).
Hal ini disampaikannya saat meninjau lokasi bencana untuk ketiga kalinya bersama otoritas terkait dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V, Kementerian PUPR, dan PDAM Kota Padang, Minggu (21/12).
Bencana banjir yang melanda beberapa waktu lalu menyisakan sedimen tebal dan kerusakan jaringan transmisi.
Zigo mengakui bahwa kondisi geografis dan cuaca di area Intake cukup menantang.
“Hujannya cuma sebentar, tapi air langsung keruh. Ini menunjukkan kondisi Intake Palukahan memang cukup berat,” ungkap Zigo saat memantau progres pengerjaan di lapangan.
Untuk menyiasati kerusakan permanen, tim teknis menerapkan strategi kanibalisasi pipa.
Pipa transmisi diameter 400 mm disambung dengan pipa tambahan dari Kementerian PUPR serta pipa HDPE milik PDAM.
Sebanyak 260 batang pipa HDPE saat ini sedang dipasang secara maraton guna memastikan jaringan transmisi sepanjang 780 meter tersebut tersambung kembali.
Kebutuhan air bersih untuk wilayah Padang Selatan, Nanggalo, dan Koto Tangah menjadi prioritas utama.
Jika uji coba pengaliran air baku pada Rabu besok berjalan lancar, maka distribusi ke rumah warga dijadwalkan kembali stabil pada akhir pekan ini.
“Rabu ini insya Allah air sudah mengalir dari intake ke IPA. Memang masih tahap awal karena pasir belum sepenuhnya bersih, tetapi ini langkah penting. Jika lancar, Jumat distribusi air ke warga bisa maksimal dengan kapasitas fungsi mencapai 80 hingga 85 persen,” jelasnya optimis.
Zigo menegaskan bahwa sinergi lintas lembaga antara legislatif, eksekutif, dan teknisi di lapangan menjadi kunci utama percepatan pemulihan ini.
“Ini peninjauan ketiga kami. Kami ingin memastikan tidak ada hambatan administratif maupun teknis agar hak masyarakat mendapatkan layanan air bersih segera terpenuhi secara normal,” pungkas politisi muda tersebut. (*)





