INGATLAH – Selama ini, keselamatan berkendara identik dengan helm standar dan kondisi mesin yang prima.
Namun, PT Hayati Pratama Mandiri (HPM), Main Dealer Sepeda Motor Honda Sumatera Barat (Sumbar), membawa perspektif baru yang lebih mendalam: Kesehatan Mental.
Melalui kampanye bertajuk “Mental Health on The Road”, Honda Hayati menegaskan bahwa keselamatan sejati dimulai dari ketenangan pikiran.
Instruktur Safety Riding HPM, Benarivo De Frize, mengungkapkan bahwa musuh terbesar pengendara di jalan raya sering kali bukan kendaraan lain, melainkan gejolak emosi di dalam diri sendiri.
Stres, kecemasan, hingga kemarahan yang tidak terkendali dapat menciptakan “blind spot” psikologis.
Benarivo menjelaskan bahwa kondisi mental yang tidak stabil secara otomatis memperlambat refleks dan mengaburkan kemampuan pengambilan keputusan cepat saat menghadapi bahaya.
“Banyak kecelakaan tidak hanya disebabkan oleh faktor teknis kendaraan, tetapi karena pengendara tidak berada dalam kondisi mental yang stabil. Saat pikiran terganggu, kewaspadaan akan menurun drastis,” jelas Benarivo De Frize.
Tips Mengelola Pikiran Saat Berkendara
Dalam edukasi tersebut, Honda Hayati membagikan beberapa langkah taktis untuk menjaga kewaspadaan psikologis di atas motor:
-
Detoks Distraksi: Pastikan pikiran fokus sepenuhnya pada jalan, hindari penggunaan ponsel atau memikirkan masalah pribadi secara berlebihan saat memacu kendaraan.
-
Kendali Ego: Saat terjebak kemacetan atau menghadapi pengendara lain yang ugal-ugalan, sabar adalah “rem” terbaik agar tidak bereaksi berlebihan.
-
Kenali Batas Lelah: Jika merasa jenuh atau kewaspadaan menurun, jangan ragu untuk menepi. Istirahat sejenak sangat krusial untuk memulihkan konsentrasi.
Komitmen Keselamatan Holistik
Honda Hayati tidak lagi hanya mengajarkan teknik mengerem atau berbelok, tetapi mulai menyentuh aspek psikologis pengendara.
Pendekatan holistik ini diharapkan dapat menciptakan budaya berkendara yang lebih beradab dan penuh kesadaran di Sumatera Barat.
“Keselamatan tidak hanya dibangun dari keterampilan teknis, tetapi juga dari kesiapan mental. Kami ingin memastikan setiap perjalanan menjadi lebih aman dengan mendorong pengendara untuk selalu berkendara dalam kondisi pikiran yang tenang,” pungkasnya. (*)





