INGATLAH – Perhelatan akbar World Islamic Entrepreneur Summit (WIES) 2025 yang berlangsung pada akhir November lalu menorehkan catatan positif bagi perekonomian Sumatera Barat (Sumbar).
Ketua Panitia WIES 2025 sekaligus Ketua BPPD Sumbar, Sari Lenggogeni mengungkapkan bahwa ajang internasional ini telah berhasil menjadi jembatan strategis yang menghubungkan kreativitas lokal dengan jejaring bisnis dari 20 negara.
Dalam evaluasi yang disampaikan di Padang, Jumat (19/12/2025), Sari menyebutkan bahwa antusiasme peserta, baik dari pelaku UMKM nasional maupun delegasi internasional seperti Malaysia dan Singapura, melampaui ekspektasi.
Batik Lokal Jadi Primadona Internasional
Salah satu sorotan utama dalam pertemuan bisnis tersebut adalah tingginya minat pasar luar negeri terhadap produk kriya Indonesia, khususnya batik.
Lembaga internasional seperti Yayasan Hasanah Malaysia bahkan mulai menjajaki kerja sama serius untuk mengadopsi produk-produk unggulan lokal.
“Batik kita sangat diminati. Mereka (mitra luar negeri) secara khusus mencari peluang kolaborasi dan bagaimana melakukan kerja sama jangka panjang. Ini adalah sinyal positif bahwa produk UMKM kita punya kelas di mata dunia,” ujar Sari Lenggogeni.
Meskipun produk UMKM Sumatera Barat diakui secara kualitas, Sari memberikan catatan penting terkait kemasan (packaging).
Ia membandingkan produk lokal dengan UMKM Malaysia yang memiliki kemiripan jenis produk, namun unggul dalam presentasi visual.
“Produk Malaysia hampir sama dengan kita, tapi bungkusnya luar biasa profesional dan terlihat mahal. Ini adalah tantangan bagi pelaku usaha kita untuk meningkatkan kreativitas dari sisi pengemasan agar nilai jualnya semakin kompetitif,” tambahnya.
Pelaksanaan WIES 2025 diperkirakan telah menciptakan perputaran ekonomi awal mencapai Rp10 miliar, angka yang didominasi oleh interaksi dagang dengan pelaku usaha asal Malaysia.
Namun, Sari menegaskan bahwa nilai tersebut masih data sementara dan berpotensi terus berkembang seiring dengan deal bisnis yang sedang diproses.
Keberhasilan ini memicu permintaan besar agar WIES tidak hanya berhenti di Kota Padang. Sari mengungkapkan adanya tawaran untuk membawa semangat WIES ke berbagai daerah lain guna memperluas jangkauan pasar bagi pengusaha muslim dunia.
“Niat utama kita adalah menjembatani UMKM nasional ke pasar global. Kami berharap momentum ini tetap terjaga agar pintu ekspor semakin terbuka lebar bagi produk-produk lokal kita,” pungkasnya. (*)





