Berita

Mengapa Puasa di Bulan Rajab Dianjurkan? Ini Keutamaannya

×

Mengapa Puasa di Bulan Rajab Dianjurkan? Ini Keutamaannya

Sebarkan artikel ini
Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi Sumatera Barat. (Foto: Istimewa)

INGATLAH.COM – Bulan Rajab tidak sekadar menjadi penanda menuju Ramadan. Dalam Islam, Rajab merupakan salah satu bulan yang dimuliakan Allah SWT dan menjadi momentum penting untuk memperbanyak amal kebaikan.

Salah satu ibadah sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan pada bulan ini adalah puasa.

Rajab termasuk dalam Asyhurul Hurum, yakni empat bulan haram yang memiliki keistimewaan dibanding bulan lainnya. Ketetapan ini dijelaskan dalam Alquran Surat At-Taubah ayat 36:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْراً فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ

“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan… di antaranya ada empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu pada bulan-bulan itu.” (QS. At-Taubah: 36)

Status Rajab sebagai bulan haram menjadikannya waktu yang tepat untuk meningkatkan kualitas ibadah, menjauhi maksiat, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Keutamaan Puasa di Bulan Rajab

Berikut sejumlah keutamaan puasa sunnah di bulan Rajab yang banyak diamalkan umat Islam:

1. Pahala Amal Dilipatgandakan

Baca Juga  Marhaban Ya Ramadan: Ketika Masjid Penuh, Adab Jangan Sampai Luruh

Sebagai bulan yang dimuliakan, setiap amal saleh yang dilakukan di bulan Rajab, termasuk puasa, memiliki nilai pahala yang lebih besar dibandingkan bulan biasa.

2. Dibukanya Pintu Surga

Dalam beberapa riwayat disebutkan adanya sungai di surga bernama Rajab, yang diperuntukkan bagi mereka yang gemar berpuasa di bulan ini.

Riwayat tersebut menjadi motivasi spiritual bagi umat Islam untuk memperbanyak puasa sunnah.

3. Sarana Penghapus Dosa

Puasa dikenal sebagai perisai dari perbuatan dosa dan api neraka.

Melaksanakan puasa di bulan Rajab menjadi kesempatan untuk memperbanyak istighfar dan memohon ampunan atas kesalahan masa lalu.

4. Latihan Spiritual Menyambut Ramadan

Puasa Rajab juga berfungsi sebagai persiapan fisik dan mental sebelum memasuki bulan Syaban dan Ramadan.

Dengan membiasakan diri berpuasa, umat Islam diharapkan lebih siap menjalani ibadah Ramadan secara optimal.

5. Waktu Mustajab untuk Berdoa

Doa orang yang berpuasa, terutama menjelang berbuka, termasuk doa yang mustajab.

Dikerjakan di bulan Rajab yang penuh keberkahan, peluang doa dikabulkan menjadi semakin besar.

Niat Puasa Rajab

Niat puasa sunnah Rajab dilakukan di dalam hati. Namun, untuk memantapkan niat, dapat dilafalkan sebagai berikut:

Baca Juga  Hukum Puasa Rajab Menurut Ulama, Ini Penjelasan Lengkapnya

Niat Puasa Rajab (malam hari):

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnati Rajaba lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: Aku berniat puasa sunnah Rajab esok hari karena Allah Ta’ala.

Niat Puasa Rajab (siang hari jika lupa niat malam):

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnati Rajaba lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: Aku berniat puasa sunnah Rajab hari ini karena Allah Ta’ala.

Doa Berbuka Puasa

Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru in syaa Allah.

Artinya: Telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat, dan telah tetap pahala, insya Allah.

Doa Keberkahan Bulan Rajab

Rasulullah SAW juga menganjurkan doa berikut ketika memasuki bulan Rajab:

Allâhumma bârik lanâ fî Rajaba wa Sya‘bâna wa ballighnâ Ramadhâna.

Artinya: Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Syaban, serta sampaikan kami ke bulan Ramadan.

Puasa di bulan Rajab menjadi bentuk penghormatan terhadap ketetapan Allah SWT sekaligus sarana memperkuat kesiapan spiritual menuju Ramadan.

Dengan mengisi bulan ini dengan ketaatan, umat Islam diharapkan mampu meraih keberkahan dan peningkatan kualitas iman.