Berita

BSI Kucurkan Rp12 Miliar Bantu Korban Bencana Sumatera

×

BSI Kucurkan Rp12 Miliar Bantu Korban Bencana Sumatera

Sebarkan artikel ini

INGATLAH – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), bekerja sama dengan BSI Maslahat, mengambil peran aktif dalam penanganan bencana hidrometeorologi di Sumatera.

Bank syariah terbesar di Indonesia ini menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai total Rp12 miliar, yang setara dengan 78,7 ton logistik.

Mayoritas dari bantuan tersebut difokuskan untuk Provinsi Aceh, wilayah yang mengalami dampak terberat.

Corporate Secretary BSI, Wisnu Sunandar, menjelaskan bahwa respons BSI meluas dari penyediaan kebutuhan dasar hingga dukungan teknologi kritis di lapangan.

Bantuan yang didistribusikan sangat beragam, meliputi makanan siap saji, obat-obatan, perlengkapan kebersihan, pakaian, serta peralatan pendukung vital seperti perahu karet dan alat komunikasi darurat.

“Selain bantuan logistik, BSI melalui BSI Maslahat juga menurunkan relawan untuk membantu distribusi bantuan serta pendampingan bagi para penyintas bencana,” ujar Wisnu Sunandar.

BSI juga memfasilitasi dukungan teknologi canggih, seperti penyediaan perangkat Starlink dan telepon satelit.

Langkah ini bertujuan membantu pemerintah daerah setempat dalam memperlancar koordinasi dan penanganan bencana di lokasi yang mungkin mengalami gangguan jaringan komunikasi.

Baca Juga  Kapolda Sumbar Pimpin Sholat Jenazah 24 Korban Tak Teridentifikasi Pascabencana

Dukungan Logistik dan Kesehatan di Garis Depan

Dalam upaya tanggap darurat, BSI dan BSI Maslahat berkolaborasi dengan warga lokal untuk mendirikan infrastruktur darurat.

Mereka mengoperasikan dapur umum di Langsa dan Bireuen, serta posko kesehatan di Kuala Simpang.

“Dapur umum tersebut mulai aktif beroperasi sejak 6 Desember 2025. Lokasi dapur umum dipusatkan di kawasan Langsa karena wilayah tersebut dinilai relatif siap dari sisi ketersediaan air bersih dan sarana pendukung lainnya,” jelas Wisnu.

Setiap harinya, dapur umum ini berhasil mendistribusikan sekitar dua ribu paket makanan ke wilayah Tamiang, Langsa, dan Kuala Simpang, mendukung pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat selama masa krisis.

Pemulihan Akses Perbankan Diutamakan

Di samping bantuan kemanusiaan, BSI memprioritaskan pemulihan akses layanan perbankan bagi nasabah di wilayah terdampak. Di Provinsi Aceh, dari 23 kabupaten/kota, sebanyak 13 wilayah terdampak.

Per 8 Desember 2025, BSI secara bertahap telah mengaktifkan kembali layanan operasionalnya.

Hingga 11 Desember 2025, sebanyak 136 dari total 145 kantor BSI di Region Aceh telah kembali beroperasi.

Baca Juga  KAI Divre II Sumbar Inspeksi Keselamatan Jelang Angkutan Lebaran 2026

Sembilan kantor lainnya masih menunggu kesiapan infrastruktur, namun layanan sementara didukung penuh oleh genset dan jaringan Starlink.

Aksesibilitas mesin ATM juga dipercepat. Sebanyak 497 dari 920 unit ATM BSI di Aceh telah berstatus in service(tingkat ketersediaan 54 persen).

Sementara itu, di Region Medan, hampir seluruh layanan sudah pulih 100 persen dengan 92 persen unit ATM berfungsi.

Di Sumatra Barat, seluruh kantor layanan dan ATM BSI telah beroperasi normal 100 persen.

Untuk area dengan dampak terberat seperti Langsa dan Kuala Simpang, BSI tidak hanya mengaktifkan kantor cabang pembantu, tetapi juga mengerahkan mobil kas keliling ke wilayah Tamiang.

Lebih lanjut, Wisnu menambahkan bahwa kantor-kantor BSI juga bertransformasi menjadi pusat aktivitas warga, menyediakan fasilitas seperti akses wifi dari Starlink dan stasiun pengisian daya telepon genggam.

BSI juga mengirimkan bantuan tenaga operasional tambahan untuk memastikan layanan kepada masyarakat terus berjalan secara optimal. (*)