Siak

Bupati Siak Gendong Ulfa, Pastikan Anak Berkebutuhan Khusus Kembali Bersekolah

×

Bupati Siak Gendong Ulfa, Pastikan Anak Berkebutuhan Khusus Kembali Bersekolah

Sebarkan artikel ini

SIAK – Udara di sekitar Embung Terpadu Kampung Dayun, Sabtu (22/11/2025), terasa berbeda. Peringatan HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional yang berlangsung sederhana itu mendadak penuh haru, ketika seorang anak bernama Ulfa mendapat ruang untuk kembali berharap.

Ulfa, bocah sembilan tahun yang seharusnya duduk di kelas III SD, telah lama berhenti sekolah.

Bukan karena ia menolak belajar, melainkan karena kondisinya. Kedua kakinya tidak tumbuh normal, membuatnya kesulitan bergerak, terutama saat harus ke toilet.

Sesuatu yang tampak sepele bagi banyak orang, tapi menjadi tembok tinggi bagi seorang anak yang ingin mengejar cita-citanya.

Di tengah keramaian, Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli mendekati Ulfa. Tanpa protokoler dan jarak, ia menggendong bocah itu dan mendudukannya di pangkuan.

Pandangannya lembut, tangannya menepuk pelan punggung Ulfa, seolah meyakinkan bahwa semua akan baik-baik saja.

“Nanti kamu sekolah lagi ya, Nak. Kalau ada yang mengejek, sampaikan ke kepala sekolah. Kamu anak hebat kalau kamu sekolah,” ucap Afni lirih.

Baca Juga  DPD IKM se-Riau Resmi Dikukuhkan, Begini Kata Andre Rosiade

Kalimat itu singkat, namun cukup untuk membuat sejumlah guru dan orang tua yang menyaksikan moment tersebut menunduk, bahkan menahan air mata.

Afni kemudian menoleh ke arah kepala sekolah yang hadir. Suaranya lembut, tetapi tegas.

“Tolong terima Ulfa kembali. Kita cari solusinya. Anak ini harus sekolah.”

Ia juga memberi instruksi langsung agar pihak sekolah menyediakan fasilitas toilet yang ramah bagi Ulfa.

“Segera buat WC duduk untuk Ulfa. Jangan tunda,” tegasnya.

Keputusan cepat itu menjadi jawaban atas masalah yang selama ini menghambat langkah Ulfa kembali ke kelas.

Di belakang, orangtua Ulfa tampak berulang kali menyeka air mata. Mereka bukan tidak ingin menyekolahkan anaknya.

Mereka hanya kalah oleh keterbatasan dan ketakutan akan ejekan lingkungan.

Baca Juga  BI Minta Perbankan di Riau Tetap Siaga Selama Libur Nataru

Afni menggenggam lengan ibu Ulfa, memberi penguatan.

“Tolong terus semangati Ulfa. Antar dia ke sekolah. Jangan biarkan dia merasa sendiri,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Malu kita kalau anak-anak putus sekolah. Pemerintah bertanggung jawab. Apalagi ini anak berkebutuhan khusus yang wajib kita jaga dan beri perhatian penuh.”

Saat acara berakhir, Ulfa menggenggam erat tangan sang bupati, dengan senyum kecil yang belum pernah terlihat lama senyum seorang anak yang kembali diberi kesempatan untuk bermimpi.

Ulfa memang belum hadir kembali di bangku kelas hari ini, namun ia telah menemukan kembali keberanian untuk melangkah ke sekolah.

Baginya, hal yang dianggap biasa oleh anak-anak lain adalah perjuangan luar biasa.

Dan di Dayun, pagi itu, seorang pemimpin mengingatkan bahwa pendidikan bukan sekadar gedung dan buku melainkan keberpihakan kepada setiap anak, terutama mereka yang hampir menyerah pada mimpi mereka sendiri.