BeritaUtama

Korban Jiwa Capai 194 Bencana Sumbar, Mahyeldi Serukan Solidaritas Penuh Antardaerah

×

Korban Jiwa Capai 194 Bencana Sumbar, Mahyeldi Serukan Solidaritas Penuh Antardaerah

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah. (Foto: Istimewa)

INGATLAH – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, menyerukan penguatan solidaritas penuh dari seluruh kepala daerah di provinsi tersebut.

Seruan ini dikeluarkan menyusul dampak masif bencana hidrometeorologi yang telah menyebabkan banyak korban jiwa dan kerusakan luas di berbagai kabupaten dan kota.

Data terbaru mencatat tragedi kemanusiaan yang mendalam: 194 jiwa meninggal dunia dan 216 orang warga masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.

Sejumlah wilayah masih sulit dijangkau karena akses jalan terputus, cuaca ekstrem, dan parahnya kerusakan infrastruktur.

Di Agam, kerusakan jalan menghambat evakuasi, sementara di Pasaman Barat, permukiman dilaporkan hancur masif.

Kota Padang Panjang menghadapi gangguan layanan dasar, dan Tanah Datar mengalami kerugian besar akibat puluhan rumah dan lahan pertanian terseret banjir bandang.

Baca Juga  Sumbar Diguncang Gempa Magnitudo 5.0, Titik Gempa Berada di Barat Daya Pariaman

Melihat skala kerusakan ini, Gubernur Mahyeldi menegaskan bahwa beban penanganan tidak boleh dipikul sendirian oleh daerah terdampak.

“Hari ini sebagian saudara kita berjuang dalam kesedihan yang mendalam. Jangan biarkan mereka berdiri sendiri. Kita punya kewajiban moral, sosial, dan kemanusiaan untuk saling menguatkan,” tegas Mahyeldi di Padang, Rabu (3/12).

Instruksi Mobilisasi Sumber Daya

Mahyeldi menginstruksikan seluruh Bupati dan Wali Kota di Sumbar untuk segera memobilisasi sumber daya.

Dukungan yang diminta mencakup alat berat, SDM teknis, relawan, logistik, hingga alokasi anggaran sesuai kemampuan daerah masing-masing.

Baca Juga  Cuaca Sumbar Berawan di Hari Maulid Nabi, Malam Hari Hujan?

“Saya meminta seluruh bupati dan wali kota untuk bergerak cepat memberikan bantuan konkret. Penanganan bencana ini adalah tugas bersama sebagai satu kesatuan Sumatera Barat,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa semangat gotong royong harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Koordinasi lintas daerah melalui BPBD kabupaten/kota dan Provinsi juga diminta diperkuat agar setiap bantuan yang disalurkan menjadi tepat guna dan tepat sasaran.

“Bencana boleh memisahkan jarak, tetapi tidak boleh memisahkan kepedulian. Mari berdiri bersama, kirimkan bantuan terbaik, dan tunjukkan bahwa Sumatera Barat adalah rumah besar yang selalu saling menjaga,” tutup Mahyeldi. (*)