Pekanbaru

Ratusan BKO Polda Riau Mulai Lakukan Evakuasi Korban Banjir Bandang di Agam

×

Ratusan BKO Polda Riau Mulai Lakukan Evakuasi Korban Banjir Bandang di Agam

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Upaya pencarian dan evakuasi korban bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Nagari Selaras Air, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, semakin diperkuat dengan hadirnya ratusan personel Polda Riau.

Melalui keterangan tertulis dari Polda Riau, saat ini sebanyak 290 personel yang diperbantukan (BKO) telah tiba dan langsung bergerak ke titik-titik yang paling terdampak yang melanda banjir bandang di Kabupaten tersebut.

Hal itu disampaikan Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, ia mengatakan bahwa pasukan yang diturunkan memiliki kemampuan khusus dalam pencarian dan pertolongan.

“Polda Riau telah menurunkan 290 personel Brimob dan Samapta yang memang memiliki keahlian di bidang SAR, evakuasi, serta penanganan kedaruratan,” ujar Irjen Herry, Senin, (1/12/2025).

Baca Juga  Bidik 3 Poin di Markas Sumsel United, Begini Kata Pelatih PSPS Pekanbaru

Kehadiran personel BKO Polda Riau yang tergabung tim dari Polda Sumbar, TNI, Basarnas, dan unsur SAR itu menyusul kondisi lapangan yang masih dipenuhi material longsor, akses jalan terputus, serta aktivitas pencarian korban yang terus berlangsung.

Dari salah satu rekaman video yang diterima redaksi, tim SAR gabungan berhasil menemukan sejumlah jenazah yang tertimbun material banjir bandang.

Beberapa di antaranya ditemukan dalam kondisi berlumpur dan terseret arus sejauh puluhan meter.

Selain personel, dua unit ekskavator juga dikerahkan lebih awal untuk membuka jalur yang tertutup longsoran.

“Pagi tadi, lima truk bantuan logistik turut diberangkatkan membawa kebutuhan pokok, makanan siap saji, obat-obatan, perlengkapan bayi, hingga selimut dan peralatan tanggap darurat,” ungkap Kapolda yang kerap disapa Herimen itu.

Baca Juga  Ditreskrimsus Polda Riau Tindak Pelaku Pembuka Lahan Hutan Tak Berizin di Giam Siak Kecil

Polisi bintang dua itu juga menambahkan bahwa pihaknya juga akan mengirimkan 34 psikolog dari Biro SDM dan sejumlah perguruan tinggi di Riau untuk mendampingi warga terdampak.

“Ini duka kita bersama, dan kita hadir untuk saling menguatkan bahwa kita adalah saudara,” tegasnya.

Situasi di Palembayan hingga saat ini menunjukkan sebagian besar akses jalan masih tertutup, beberapa jembatan mengalami kerusakan, dan pasokan listrik belum stabil. Warga masih memusatkan aktivitas di posko-posko pengungsian.

“Meski hujan masih kerap turun dan risiko longsor susulan tetap mengancam, tim terus melakukan pencarian demi mempercepat proses evakuasi korban,” pungkas Kapolda.