Berita

Cuaca Ekstrem Terjang Limapuluh Kota, 283 Warga Mengungsi dari Tiga Kecamatan

×

Cuaca Ekstrem Terjang Limapuluh Kota, 283 Warga Mengungsi dari Tiga Kecamatan

Sebarkan artikel ini
Material longsor menutup badan jalan di Nagari Kurai, Kecamatan Suliki, usai hujan deras mengguyur wilayah Limapuluh Kota. (dok.BPBD Limapuluh Kota)
Material longsor menutup badan jalan di Nagari Kurai, Kecamatan Suliki, usai hujan deras mengguyur wilayah Limapuluh Kota. (dok.BPBD Limapuluh Kota)

INGATLAH.COM – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Limapuluh Kota sejak beberapa hari lalu kembali menunjukkan betapa rentannya wilayah ini terhadap bencana hidrometeorologi.

Dalam beberapa hari terakhir, intensitas hujan yang tinggi memicu banjir, banjir bandang, longsor, hingga angin kencang di tiga kecamatan, meninggalkan dampak signifikan bagi warga dan infrastruktur.

Kalaksa BPBD Limapuluh Kota, Arie Kurniawan, menegaskan bahwa pihaknya terus mengerahkan sumber daya untuk memastikan respons cepat di lapangan.

“Tiga kecamatan terdampak paling serius adalah Gunung Omeh, Bukit Barisan, dan Suliki. Dari ketiganya, Nagari Koto Tinggi di Gunung Omeh menjadi titik dengan dampak terbesar,” ujarnya.

Baca Juga  Pelindo Regional 2 Teluk Bayur Siapkan Layanan Maksimal Jelang Libur Nataru

Menurut Arie, sebanyak 95 rumah terdampak dan 283 jiwa dari 111 KK mengungsi ke pos darurat di Koto Tinggi.

Tim BPBD memprioritaskan pemenuhan layanan dasar, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil.

Di Kecamatan Bukit Barisan, warga di Nagari Koto Tangah dan Sungai Naniang turut merasakan dampak cuaca ekstrem.

Sejumlah rumah rusak akibat pohon tumbang, sementara satu unit rumah di Sungai Naniang mengalami kerusakan karena longsor.

Di Kecamatan Suliki, material longsor menutup jalan kabupaten di Nagari Kurai, sehingga aktivitas ekonomi dan mobilitas warga terganggu.

Baca Juga  Pelaku Dugaan Pencabulan Anak di Suliki Ditangkap Polisi saat Berjualan Buah

Upaya pembersihan material tengah dilakukan agar akses segera pulih.

Hingga laporan ini diterbitkan, pemerintah daerah belum menetapkan status keadaan darurat bencana.

Penghitungan kerugian terhadap fasilitas publik dan rumah warga masih berlangsung untuk memastikan langkah mitigasi dan penanganan lanjutan dapat diambil secara terukur.