Pekanbaru

Warga Usir TNI di TNTN, Plang Taman Nasional Dirusak

×

Warga Usir TNI di TNTN, Plang Taman Nasional Dirusak

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Ketegangan dilaporkan kembali memuncak di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Riau.

Sekelompok warga yang mengklaim lahan di dalam kawasan konservasi tersebut melakukan aksi perusakan plang nama taman nasional dan bahkan mengusir prajurit TNI yang menjaga area itu dari perambahan.

Insiden ini menjadi puncak eskalasi konflik antara masyarakat dan aparat dalam upaya penertiban lahan hutan negara yang telah berubah menjadi kebun sawit, baik milik warga maupun sejumlah pemodal besar.

Aksi pengusiran tersebut terjadi setelah sebelumnya dialog antara demonstran dan para pemangku kepentingan (stakeholder) di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau berakhir buntu.

Kegagalan pertemuan itu disebut memicu kemarahan massa yang kemudian kembali ke TNTN dan melancarkan aksi penolakan terhadap kehadiran aparat keamanan.

Kapendam XVII/ Tuanku Tambusai, Letkol MF Rangkuti, menjelaskan bahwa massa kembali ke kawasan TNTN pada Kamis malam (20/11/2025).

Baca Juga  Kolaborasi Solid, Brimob Riau Diganjar Penghargaan di Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62

Mereka tiba di Pos 10 sekitar pukul 23.00 WIB dan langsung menuntut agar prajurit TNI meninggalkan pos pengamanan tersebut.

“Massa meminta agar pasukan yang di sana meninggalkan pos,” ujar Rangkuti, Rabu (26/11/2025).

Setelah pasukan mundur dari Pos 10, massa kemudian bergerak menuju Pos 9 dengan tuntutan serupa.

Aparat keamanan akhirnya memilih mundur dari lokasi-lokasi tersebut untuk menghindari bentrok fisik mengingat emosi warga yang sudah memuncak.

Rangkuti menegaskan bahwa langkah mundur itu merupakan strategi meredam situasi, bukan bentuk pembiaran.

“Prajurit mundur untuk menghindari bentrokan fisik. Itu untuk mencegah konflik dengan masyarakat,” jelasnya.

Keputusan mundur itu juga selaras dengan video yang beredar luas di media sosial, memperlihatkan petugas tidak melakukan pencegahan saat plang nama TNTN dirusak massa.

Baca Juga  Pemko Pekanbaru Revitalisasi Bundaran MP, Mulai Dibangun April 2026

Rangkuti mengatakan tindakan tersebut dilakukan agar dialog tetap bisa berjalan dan situasi tidak semakin memburuk.

Usai aksi perusakan dan pengosongan sementara beberapa pos, situasi di TNTN kini diklaim sudah kembali kondusif. Massa membubarkan diri setelah aparat meninggalkan area-pos.

Kapendam menambahkan bahwa insiden pengusiran prajurit dan perusakan fasilitas taman nasional ini merupakan kejadian pertama sejak operasi penertiban kawasan hutan konservasi itu dilakukan.

Meski sempat ditarik mundur, Kodam memastikan bahwa pengamanan kawasan tidak akan dihentikan.

Personel TNI kini justru ditambah dan kembali menempati pos-pos yang sebelumnya dikosongkan.

Langkah ini menunjukkan komitmen aparat untuk terus mengamankan TNTN dari praktik perambahan dan alih fungsi hutan yang terus terjadi meski mendapat perlawanan terbuka dari masyarakat.