Berita

Air PDAM Padang Mati, Ternyata Ini Penyebabnya

×

Air PDAM Padang Mati, Ternyata Ini Penyebabnya

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi air keran dari PDAM. (Foto: Istimewa)

INGATLAH – Layanan distribusi air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Padang mengalami kematian atau gangguan serius dan hampir menyeluruh.

Hal ini disebabkan oleh dampak curah hujan lebat selama empat hari berturut-turut, yang memicu air bah dan lumpur.

Keluhan datang dari pelanggan, salah satunya Silvi, warga Balai Baru, Kecamatan Kuranji.

“Saya tahu air PDAM mati pagi tadi saat hendak mandi. Jika air PDAM tetap mati saya tampung saja air hujan,” ucap Silvi, Selasa (25/11), menggambarkan kekecewaan warga.

Menanggapi keluhan tersebut, Direktur Teknik PDAM Kota Padang, Andi Satria, menjelaskan bahwa gangguan ini disebabkan oleh masalah pada intake atau asupan sumber air baku.

Baca Juga  Khesy Janetha Andres Harumkan Nama Padang Lewat Ajang Putri Pelajar Indonesia 2025

“Intake kami mengalami gangguan dan tertimbun air bah yang membawa lumpur, sehingga akses air untuk diambil untuk produksi tidak bisa kami lakukan. Di samping itu, kekeruhan air yang sangat tinggi,” jelas Andi, seraya menambahkan bahwa 13 dari 15 intake PDAM tidak dapat beroperasi.

Prioritaskan Rumah Sakit, Menunggu Cuaca Membaik

Andi mengakui bahwa kondisi ini menyebabkan sekitar 90 persen layanan distribusi air bersih ke rumah warga terganggu sejak pagi.

Tim PDAM kesulitan melakukan proses normalisasi dan pembersihan sedimen karena debit air sungai yang tinggi.

Baca Juga  HPN 2026: Karutan Padang Tegaskan Pentingnya Pers Sehat dan Profesional

“Saat ini kami hanya dalam proses menunggu terlebih dahulu sampai cuaca reda. Kalau cuaca membaik, proses normalisasi sedimentasi pada intake bisa dikerjakan,” tuturnya.

Untuk mengatasi situasi darurat ini, PDAM Padang berupaya memenuhi pasokan air bersih menggunakan 5 mobil tangki. Namun, pendistribusian ini diprioritaskan untuk layanan vital, terutama rumah sakit.

“Nanti distribusi, kami akan lakukan kerjasama dengan teman-teman dari BPBD, PMI. Tujuannya agar pendistribusian kepada masyarakat dapat kita laksanakan secara bergiliran. Kami mohon pengertian pelanggan dengan kondisi darurat ini,” pungkas Andi. (*)