UtamaPekanbaru

Kasus Siswa SDN 108 Meninggal, Disdik Pekanbaru: Belum Bisa Pastikan Ada Bullying

×

Kasus Siswa SDN 108 Meninggal, Disdik Pekanbaru: Belum Bisa Pastikan Ada Bullying

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Masykur Tarmizi menyatakan bahwa pihaknya belum dapat memastikan adanya tindakan perundungan (bullying) terkait kasus meninggalnya siswa SDN 108 Pekanbaru pada Minggu (23/11/2025).

Ia menegaskan, proses pendalaman informasi masih berlangsung sebelum kesimpulan resmi dapat disampaikan.

Hal itu disampaikannya usai menggelar rapat bersama keluarga korban, pihak sekolah dan kepolisiamln di SDN 108 Pekanbaru, Senin (24/11/2025).

Masykur juga mengungkapkan pesan mendalam dari keluarga korban.

“Permintaan orang tua kepada kami, jangan ada lagi Rohid – Rohid yang lain. Kejadian ini menjadi evaluasi dan pelajaran berharga agar ke depan tidak terulang,” ujarnya.

Sementara itu, keluarga almarhum Muhammad Abdul Rohid melalui kuasa hukumnya dari TAPAK Riau, Suroto SH, menyampaikan bahwa pihak keluarga meyakini kuat bahwa korban meninggal akibat tindakan bullying.

“Faktanya, hari Kamis kepalanya ditendang, Jumat anak lumpuh, dan setelah menjalani perawatan akhirnya meninggal,” kata Suroto.

“Korban meninggal usai mendapat perlakuan bullying. Itu faktanya,” tegasnya.

Terkait belum adanya laporan resmi ke kepolisian, Suroto menjelaskan bahwa kedua orang tua korban belum siap untuk melapor.

Baca Juga  Voli Spektakuler Gamaroni Bawa PSPS Bungkam Persiraja di Babak Pertama

“Saat ini pihak keluarga masih menunggu itikad baik dari orang tua anak-anak yang membully, pihak sekolah, dan dinas untuk memberikan penghiburan serta penjelasan,” katanya.

Kasus ini terus menjadi perhatian publik dan menyoroti perlunya pengawasan lebih ketat di lingkungan sekolah guna memastikan perlindungan maksimal bagi para siswa.

Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Bery Juana Putra menegaskan bahwa pihaknya telah menugaskan dua tim.

“Kita respon dengan menugaskan tim PPA dan Konseling. Selanjutnya

– Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Masykur Tarmizi menyatakan bahwa pihaknya belum dapat memastikan adanya tindakan perundungan (bullying) terkait kasus meninggalnya siswa SDN 108 Pekanbaru pada Minggu (23/11/2025).

Ia menegaskan, proses pendalaman informasi masih berlangsung sebelum kesimpulan resmi dapat disampaikan.

Hal itu disampaikannya usai menggelar rapat bersama keluarga korban, pihak sekolah dan kepolisiamln di SDN 108 Pekanbaru, Senin (24/11/2025).

Masykur juga mengungkapkan pesan mendalam dari keluarga korban.

“Permintaan orang tua kepada kami, jangan ada lagi Rohid – Rohid yang lain. Kejadian ini menjadi evaluasi dan pelajaran berharga agar ke depan tidak terulang,” ujarnya.

Baca Juga  Wanita Tukang Urut di Rohul Ditemukan Tewas Mengenaskan di Dalam Rumah

Sementara itu, keluarga almarhum Muhammad Abdul Rohid melalui kuasa hukumnya dari TAPAK Riau, Suroto SH, menyampaikan bahwa pihak keluarga meyakini kuat bahwa korban meninggal akibat tindakan bullying.

“Faktanya, hari Kamis kepalanya ditendang, Jumat anak lumpuh, dan setelah menjalani perawatan akhirnya meninggal,” kata Suroto.

“Korban meninggal usai mendapat perlakuan bullying. Itu faktanya,” tegasnya.

Terkait belum adanya laporan resmi ke kepolisian, Suroto menjelaskan bahwa kedua orang tua korban belum siap untuk melapor.

“Saat ini pihak keluarga masih menunggu itikad baik dari orang tua anak-anak yang membully, pihak sekolah, dan dinas untuk memberikan penghiburan serta penjelasan,” katanya.

Kasus ini terus menjadi perhatian publik dan menyoroti perlunya pengawasan lebih ketat di lingkungan sekolah guna memastikan perlindungan maksimal bagi para siswa.

Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Bery Juana Putra menegaskan bahwa pihaknya telah menugaskan dua tim.

“Kita respon dengan menugaskan tim PPA dan Konseling. Selanjutnya baru kita bisa mengambil sikap,” pungkasnya.